AES030 Sesuatu di Lembang Bagian 1

“Terbawa lagi langkahku ke sana
Mantra apa entah yang istimewa
Ku percaya selalu ada sesuatu di Jogja (Lembang)”
Lirik lagu Adhitia Sofyan yang ku ubah sedikit menggantikan Jogja dengan Lembang sepertinya benar-benar menggambarkan perasaanku tentang Lembang. Beberapa minggu lalu aku berkesempatan untuk sekali lagi mengunjungi Lembang bersama teman-teman Semi Palar. Memoriku tentu langsung terbawa ke 4 tahun lalu di mana aku mulai tinggal di tempat kost di Lembang karena harus bekerja di salah satu sekolah swasta di sana.
Tak pernah terpikirkan olehku untuk mencari nafkah jauh ke Bandung Utara di mana sebagian besar hidupku sebelumnya dihabiskan di Bandung Timur. Singkat cerita aku memutuskan berhijrah ke Semi Palar untuk mencari petualangan baru dan meninggalkan banyak kenangan serta sahabat di Lembang.
Aku sempat menerka filosofi pendidikan Semi Palar dan untuk sementara sampai sekarang aku dapat satu kata kunci yang bisa menggambarkan Semi Palar: holistik. Aku tarik lebih jauh lagi holistik bisa dibawa ke kehidupan sehari-hari bahkan melampaui 5 aspek yang ada di buku bintang Smipa. Jauh lebih dari itu holistik di sini aku simpulkan sebagai Tuhan menciptakan segalanya di dunia ini saling terkoneksi.
Perbedaan yang ada dari semua hal yang diciptakan Tuhan bahkan bisa jadi adalah kunci dari keseimbangan yang bisa mendamaikan. Perjalanan Semi Palar ke Lembang pun aku artikan sebagai sebuah keputusan Tuhan yang menghubungkan masa lalu, masa sekarang, dan masa depanku. Pikiran dan perasaanku rasanya seperti diaduk-aduk dengan tiga hal ini.
Apalagi beberapa hal yang aku awam dan jarang lakukan harus ku jalani di sini. Jujur aku jarang melakukan kegiatan luar rumah seperti hiking, camping, atau travelling. Aku lebih suka kegiatan fisik dan olahraga dalam bentuk permainan seperti futsal, basket, badminton, dan permainan-permainan lainnya. Tapi Tuhan sering menakdirkan diriku bertemu dengan hal-hal yang aku tidak terlalu sukai. Seperti harus mengajar di pedalaman Sulawesi selama 1 tahun, beberapa kali harus menemani murid dengan kegiatan di luar sekolah, dan bahkan pekerjaan sampingan yang aku ambil pun memaksa diriku harus bersinggungan dengan hal-hal di atas.
Mungkin ini jawaban Tuhan agar diriku mau keluar dari zona nyaman dan menuju zone of proximal development agar mau berkembang. Jujur sejak ditempatkan ketika magang diKPB sendiri pun aku dari awal sudah bilang ke Kak Andy bahwa aku bukan tipe-tipe orang pecinta petualangan, sampai-sampai di satu hari aku pernah bilang ke beliau karena alasan keluarga aku tidak akan bisa menjalani kegiatan 40 hari (live in) KPB dan lebih baik aku tidak diterima di Semi Palar agar aku bisa kembali ke sekolahku sebelumnya kalau memang persyaratan ini wajib dipenuhi oleh calon kakak Smipa. Namun Tuhan lagi-lagi berkata lain karena akhirnya aku ditempatkan di KPB dan perihal live in sudah bisa diaturkan dengan kakak-kakak lain.
Aku sudah tahu perjalanan 8 km akan melelahkan............. Bersambung ke bagian 2
https://ririungan.semipalar.sch.id/maulrest/blog/4562/aes031-sesuatu-di-lembang-bagian-2
Photo by: Admin Semi Palar
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 054 PERSIB: Panem et Circenses (Obat Bius Penguasa)? atau Kultur Perlawanan dan Persatuan Rakyat?
Panem et circenses atau bread and circuses dalam bahasa Inggris sering mengacu kepada istilah politik di mana penguasa menggunakan makanan dan tontonan untuk membius dan menjinakan rakyat agar tidak melawan. Banyak yang menunjuk hiburan modern sebagai salah satunya, di mana rakyat sengaja dibiarkan…
maulrest80
AES 053 Pungli
Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul p…
maulrest10
AES 052 God Works in a Mysterious Way: MGMP Guru Bahasa Inggris
Hari Rabu tanggal 29 Oktober, seharusnya saya dan satu rekan guru bahasa Inggris di sekolah mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Cileunyi. Namun Kepala Sekolah memutuskan cukup satu guru saja yang mewakili dan akhirnya guru yang lebih senior lah yang diputuskan berangkat. Wal…
maulrest22