AES033 Berpikir perlahan: PR dari Kak Leo 2

Beberapa waktu lalu Kak leo menitipkan saran & masukan untukku. Saran beliau sangat mengena karena aku ditugaskan untuk mempelajari tentang slow thinking: berpikir perlahan tapi bukan berpikir lemot hehe. Awalnya agak bingung karena memang aku sering berpikir dengan tergesa-gesa dan lebih bingung lagi ketika ternyata Kak Leo juga sama-sama sedang mencari tahu perihal ini, jadi aku harus cari referensi dari luar.
Langkah pertama aku langsung coba menelusuri YouTube dan akhirnya bertemu dengan beberapa video yang membahas slow thinking, slow food movement, dan buku Thinking, Fast and Slow. Dari beberapa video ini aku dibawa ke tulisan tentang slow movement yang bermula dari aksi protes Carlo Petrini terhadap dibukanya restoran cepat saji McDonald di Italia. Pergerakan yang menarik pikirku...
Sambil menerka PR dari Kak Leo ini, kebetulan KPB harus menjalani kegiatan untuk hidup di Desa Cisondari selama 5 hari. Ajaibnya, pertanyaan-pertanyaan tentang berpikir perlahan ternyata jawabannya disajikan oleh warga desa di sini. Beberapa dari mereka sudah ahli dalam mengatur ritme kapan harus chill kapan harus rush. Di rumah mereka bisa hidup perlahan dan santai, namun ketika pergi ke ladang mereka bisa tekun, konsisten, dan lebih produktif dari anak-anak KPB yang mencoba hal yang sama di lapangan bersama mereka.
Dulu aku pernah bilang ke kakak-kakak KPB bahwa aku masih beradaptasi untuk mencari jalan fasilitasi yang pas denganku. Sampai akhirnya Kak Gina bilang, kenapa tidak coba saja cara waktu dulu aku mengajar di sekolah lamaku. Di sekolah lamaku, aku memang mencoba cara mengajar ala Tan Malaka yang terinspirasi oleh Al-Ghazali dan Paulo Fraire ketika mendirikan Sekolah Sarekat Islam. Dialog, jembatan keledai, diskusi kritis, dan sosiodrama adalah 4 metode yang digunakan beliau.
Dalam dialog awal aku sering menggunakan istilah brainstorming, sehingga murid-murid tidak langsung loncat tahu apa yang akan dipelajari, sebaliknya mereka bersama guru harus menerka bersama topik yang akan dibawakan di hari itu. Jembatan keledai pun bertujuan bukan untuk mempersingkat pembelajaran, sebaliknya membuat mereka paham dengan mudah agar mereka punya waktu untuk memikirkan pengaplikasian ilmu ini di kehidupan sehari-hari. Diskusi kritis a la Paulo Fraire pun menuntut guru tidak hanya memberikan murid soal atau masalah yang harus dijawab, lebih jauh dari itu murid berlatih menganalisis dan akhirnya bisa memecahkan masalah secara mendalam. Terakhir, sosiodrama mengasah murid mengolah dan membungkus 3 tahap sebelumnya untuk diaplikasikan ke situasi yang kontekstual. Bisa jadi 4 tahap ini sebenarnya adalah tahapan untuk berpikir perlahan dan bisa aku terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemarin aku dan anak-anak berkunjung ke NuArt Sculpture Park. Di sana kami mencari beberapa karya seni yang menarik untuk diri secara personal dan untuk inspirasi kegiatan kami nanti. Aku memilih karya berjudul Gentle Giant dengan alasan di sana paus ini nampak tenang walaupun sedang terjaring jala nelayan. Jadi teringat gerakan paus yang besar nampak lambat dan tenang, sedangkan semut yang kecil nampak cepat dan tergesa-gesa. Apa mungkin ketika sesuatu punya kapasitas besar maka ia akan terbiasa menjadi perlahan dan tenang? Hanya Tuhan yang Maha Tahu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 054 PERSIB: Panem et Circenses (Obat Bius Penguasa)? atau Kultur Perlawanan dan Persatuan Rakyat?
Panem et circenses atau bread and circuses dalam bahasa Inggris sering mengacu kepada istilah politik di mana penguasa menggunakan makanan dan tontonan untuk membius dan menjinakan rakyat agar tidak melawan. Banyak yang menunjuk hiburan modern sebagai salah satunya, di mana rakyat sengaja dibiarkan…
maulrest80
AES 053 Pungli
Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul p…
maulrest10
AES 052 God Works in a Mysterious Way: MGMP Guru Bahasa Inggris
Hari Rabu tanggal 29 Oktober, seharusnya saya dan satu rekan guru bahasa Inggris di sekolah mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Cileunyi. Namun Kepala Sekolah memutuskan cukup satu guru saja yang mewakili dan akhirnya guru yang lebih senior lah yang diputuskan berangkat. Wal…
maulrest22