AtomicEssay

AES033 Merayakan Kehidupan (2)

Megapenulis arsip2

Usai sudah acara Selametan Smipa TP-19 yang dihelat kemarin di Natural Hill. Kalau tidak salah menyimak, kegiatan tahunan sebagai pembuka tahun ajaran di sekolah kita itu, dihadiri sekitar 250 orang. Aku tidak tahu berapa jumlah seluruh komunitas Smipa saat ini, tapi yang kudengar tahun ini sangat sedikit keluarga yang mengikuti Selametan, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Aku sendiri merasakan gemanya tidak sekencang sebelum datangnya pandemi, entah apa sebabnya. Mungkin memang tak mudah membangunkan sesuatu dari tidur panjangnya. 

Di kelompok kami, segala sesuatunya dipersiapkan dengan sederhana. Bendera kelompok yang mewakili tanaman air, digambar tangan oleh Ninda dari kelas 9 yang memang piawai mengekspresikan kreativitasnya melalui goresan kuas. Kain untuk bendera pun memakai kacu yang sudah ada, tanpa membeli yang baru. Batang bambu penopang bendera, diambil dari yang ada di rumah. Karena tidak cukup panjang, dua batang bambu diikat menjadi satu menggunakan tali. Itulah sebabnya, bendera kelompok kami tampak paling mungil dari semua bendera kelompok. Kami ingin supaya perayaan Selametan Smipa dimaknai secara mendalam, menghayati nilai-nilai yang sudah lama dicanangkan di sekolah; kepada anak-anak, kepada kakak-kakak, juga kepada orang tua: manfaatkan yang sudah ada, tidak perlu (selalu) membeli yang baru.

Acara dimulai dengan membagi masing-masing kelompok menjadi dua kelompok kecil. Anak-anak dari jenjang KB sampai SD 2 mengikuti acara permainan, sedangkan anak-anak SD 3 ke atas dipersilakan hiking bersama orang tua, yang berujung di Curug Anom. Usai hiking, tiap kelompok diminta membuat doa dengan tema yang dipilih secara acak. Kelompok kami kebagian doa tentang laut. Harapan tentang laut yang indah dan bersih dengan populasi ikan yang bertambah banyak dan terumbu karang yang sehat, manusia yang semakin mencintai laut serta air laut yang tetap biru pun teruntai dalam larik-larik doa kelompok Lotus. Sementara itu, orang tua dari kelompok anak-anak yang lebih kecil diberi tugas menjahit kain yang nantinya disatukan menjadi 'bumi' kita.

Setelah semuanya selesai, di siang hari yang cukup terik itu diadakan upacara singkat untuk menandai awal perjalanan tahun ajaran baru di Smipa. Dan, rasanya tak lengkap upacara tanpa kibaran Sang Saka. Pak Imam, sang pengibar bendera andalan Semi Palar, kembali beraksi diiringi lagu Syukur bersama teman-teman KPB. Suasana syahdu yang hadir menjadi penuh dengan tepuk tangan kami semua. 

Kesadaran akan keadaan bumi yang semakin panas dan air tanah yang makin berkurang, kembali diingatkan oleh Kak Andy. Upacara diakhiri dengan penuangan air yang diambil dari sumur rumah perwakilan anggota kelompok serta dari Smipa ke dalam kendi-kendi, menjadi simbol bahwa air yang kita manfaatkan di rumah meskipun berasal dari tanah yang berbeda, tetaplah menjadi sumber kehidupan yang sama. (Sedikit mengingatkan aku saat Presiden Jokowi meresmikan Titik Nol di IKN dengan menyatukan tanah dan air yang dibawa dari 34 provinsi di Indonesia oleh para gubernurnya.) Kegiatan Selametan ditutup dengan doa dari Kak Andy dan kami pun pulang membawa kenangan masing-masing. 

Mudah-mudahan kegiatan kemarin tetap tersimpan dalam hati semua keluarga yang hadir sebagai sebuah perayaan kecil atas kehidupan berkomunitas dalam keluarga besar Semi Palar! Semoga...

Bandung | 20.08.2023

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES034 Jodoh

Kadang-kadang, sesuatu yang kita rencanakan dan upayakan jauh-jauh hari, tidak berjalan sesuai harapan. Atau sebaliknya, tanpa ada usaha yang berarti, tahu-tahu kita mendapatkan sesuatu yang kita impikan sejak lama dengan begitu mudahnya. Atau misalnya, saat kita sudah putus harapan setelah berusah…

Mega52
AtomicEssay

AES0011 Di Bawah Terik Matahari

(Foto: Keningku Pasca Selametan dan Sempat Papanasan dengan Peci makanya Tapakan Kotak) Puji syukur ialah ucapan syukur Yang barangkali tepat Untuk episode hidup Di mana diriku bisa mengalami ini Selametan ini Selametan Semi Palar Selametan yang berbeda Tapi bukan Bukan beda esensinya Esensinya mun…

Naufal90
AtomicEssay

AES63 Selametan

Merangkai cerita, menjahit harapan, melepaskan doa-doa baik. Acara Selametan pekan lalu sangat istimewa bagi saya. Ada rasa teduh yang menghangatkan dan mengantarkan kami masuk untuk mengalami rangkaian kisah panjang bersama. Menjadi cerita istimewa betapa berharganya anak-anak berlari dengan bebas…

yantisuryanii792