AtomicEssay

AES63 Selametan

yantisuryanii7penulis arsip2

Merangkai cerita, menjahit harapan, melepaskan doa-doa baik.

Acara Selametan pekan lalu sangat istimewa bagi saya. Ada rasa teduh yang menghangatkan dan mengantarkan kami masuk untuk mengalami rangkaian kisah panjang bersama. Menjadi cerita istimewa betapa berharganya anak-anak berlari dengan bebas di lapang luas. Betapa berharganya pohon rindang membawa teduh di tengah-tengah panasnya sekitar. Betapa pentingnya air segar yang membawa kehidupan baru bagi segala makhluk. Kegiatannya memang berlangsung di beberapa tempat, namun menjadi sebuah rangkaian yang saling menghidupi dengan rasa yang sama. Anak-anak berlari sambil tertawa penuh bahagia. Orangtua ikut bersenang-senang, tertawa, berlari, berjalan, hingga saling menjaga anak-anak menyeberangi sungai. Semua orang bermain, semua orang menikmati moment, dan semoga orang merayakan kehidupan.

Matahari semakin bersemangat menemani kami, ia berdiri tepat di atas kepala kami. Membuat kami ingin bersembunyi di balik pohon rindang yang menyejukkan. Tapi ada cinta yang mengalir deras, membuat kami berdamai dengan rasa panas, untuk bersama-sama menjahit harapan-harapan baik bagi bumi. Kata menjahit benar-benar hidup saat itu. Ibu, Bapak, Nenek, dan semua yang ada di sana bersama-sama menjahit bumi pada kain yang terbentang luas dengan tangan kami menggunakan jarum dan benang. Setiap jahitan dari tangan orangtua menjadi doa dan harapan baik untuk bumi. Anak-anak berlari bahagia mengumpulkan daun-daun kering dan ranting untuk mengisi bagian-bagian pada Bumi. Dilanjutkan menyusun balok-balok kayu untuk menjaga Bumi tak bergeser, dan ditutup dengan memasangkan foto keluarga masing-masing pada garis terdepan Bumi. Lagi-lagi hal ini menjadi doa sekaligus pengingat bagi kami, bahwa masing-masing dari kitalah yang menjadi garis terdepan untuk menjaga Bumi. 

Hati saya bergetar saat anak-anak belajar melepaskan ranting, bunga, dan daun yang sudah mereka susun, pada sungai ajaib. Kami belajar melepaskan hal-hal yang kami rangkai dengan indah. Sambil berdoa semoga hal-hal baik selalu melingkupi Bumi kita. Sang Merah Putih dikibarkan diiringi haru dan tangis di dalamnya. Dilanjut dengan hati yang kembali bergetar saat air tanah yang kami bawa, masing-masing dituangkan dalam kendi. Dalam hening dan terik mentari, suara air merdu terdengar mengalir masuk dalam kendi. Bersama air yang tertuang ke dalam kendi, doa-doa baik kami lantunkan di hati kami, "Bumi Kita Rumah Kita! Bumi Kita Rumah Kita! Bumi Kita Rumah Kita!" 

Rangkaian Bumi besar lengkap dengan hal-hal yang kami susun di dalamnya, kami lepaskan pula di akhir. Kami melepaskan semua yang kami rangkai bersama. Tanpa perlu memilikinya meski kami sudah menciptakannya, karena kerap kali rasa memiliki yang mengikat kita pada keserakahan. Semoga hal ini juga jadi doa dan pengingat untuk kami tidak ingin memiliki apapun yang ada di Bumi. Tak ingin memiliki air, tak ingin memiliki tanah, tak ingin memiliki pohon, tak ingin memiliki udara dan hal-hal lain di dalamnya. Kami kembali melepaskan semua dalam cinta dan kasih untuk bersama-sama merawat. Bumi memberi dan kita menjaga.

Selametan, semoga semua makhluk selamat dan juga berbahagia. Bumi Kita Rumah Kita.

Komentar (2)

Andy Sutioso

Keren banget ka Yanti. Terima kasih banyak - juga untuk proses menulis barengnya.

yantisuryanii7

Dengan senang hati, Kak. Terima kasih juga Kak Andy untuk ruang pemantik dan berbaginya

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES0011 Di Bawah Terik Matahari

(Foto: Keningku Pasca Selametan dan Sempat Papanasan dengan Peci makanya Tapakan Kotak) Puji syukur ialah ucapan syukur Yang barangkali tepat Untuk episode hidup Di mana diriku bisa mengalami ini Selametan ini Selametan Semi Palar Selametan yang berbeda Tapi bukan Bukan beda esensinya Esensinya mun…

Naufal90
AtomicEssay

AES561 Air Bumi dan Kendi

Salah satu tantangan yang diberikan kepada kelompok peserta Selametan adalah membawa air yang diambil dari bumi (air tanah) bisa dari sumur gali atau sumur bor. Kenapa air dari bumi? Karena air dari bumi adalah air yang masih jadi bagian dari siklus alamiah air. Air yang jatuh ke bumi dari air huja…

Andy Sutioso40
AtomicEssay

AES 52 Narasi dari Hati

Gugusan kepulauan menarikan harmoni dan citaTanah subur menumbuhkan cinta dan karsaSungai-sungai mengalirkan lagu-lagu harapan bangsaHutan-hutan meneduhkan kehidupan yang ditumbuhi rasa syukur bersamaGunung nan megah menjaga asa dan juang yang perkasa Bangsa ini tidak dicipta dalam sehari, lantunan…

matheusaribowo30