AES034 - Warna-Warni Luar Angkasa

Saat melihat foto-foto luar angkasa di internet, kita terkesima dengan berbagai warna cerah yang membaur menjadi satu. Tapi, kenyataannya, luar angkasa tidak selalu terlihat seperti itu, setidaknya tidak di mata kita.
Bintang umumnya diklasifikasikan oleh astronom menggunakan diagram, dengan sumbu x mencerminkan “warna” bintang dan sumbu y mencerminkan intensitas cerahnya bintang. Kecerahan ini biasanya diukur relatif dengan matahari: setara dengan cerahnya 10000, 100, 1/100 matahari. Namun, menariknya, warna bintang tidak bisa langsung diukur.
Ketika teleskop-teleskop luar angkasa digunakan untuk memotret, mereka mampu menangkap gelombang cahaya yang ada di luar frekuensi penglihatan manusia. Kalau kita melihat bintang-bintang ini secara langsung, warna yang kita lihat mungkin hanya menyerupai cahaya putih suram. Jadi, bagaimana astronom bisa membedakan jenis-jenis gelombang cahaya yang berbeda?
Teleskop-teleskop ini didesain untuk menerjemahkan gelombang cahaya menjadi warna-warna yang bisa dilihat manusia. Alhasil, foto-foto luar angkasa terlihat berwarna-warni bagi kita.
https://www.atnf.csiro.au/outreach/education/senior/astrophysics/photometry_colour.html
https://skyserver.sdss.org/dr1/en/proj/basic/color/fromstars.asp
Bergamini, David. 1974. The Universe. United States. Life Nature Library.
https://skyserver.sdss.org/dr1/en/proj/basic/color/fromstars.asp
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES130 - MPLS 3: Mulai
Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

AES129 - MPLS Day 2: Konstan
Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB
Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…
