AES036 Sekolah Hewan: Prolog

Ayah agak sedikit risih dengan kegaduhan di pagi hari ini. Padahal gaduhnya tidak selalu bersuara, lebih banyak membuat gaduh di pikiran. Tidak heran karena hari itu adalah pengumuman seleksi penerimaan Sekolah Burung Hantu.
“Tidak bisa tidur Burung Hantu tua itu, ia sangat khawatir jika anak terakhirnya tidak bisa bersekolah di SBH.” Terdengar celetukan ayah dari luar kamar tentang kekhawatiran salah satu orang tua burung hantu yang ketakutan jika salah satu anaknya tidak bisa masuk ke Sekolah Burung Hantu atau lebih sering disebut SBH.
Kekhawatiran ini bak virus yang bisa menyebar dengan cepat. Awalnya hanya si Burung Hantu tua yang khawatir, namun keesokan harinya sudah terlihat keriuhan dari segerombolan ibu-ibu yang bergegas untuk terbang ke papan pengumuman di depan pohon besar yang sudah lama tumbuh di tengah-tengah SBH.
SBH merupakan salah satu sekolah tertua dan ternama di hutan rimba ini. Dengan konsisten sekolah ini bisa mempertahankan filosofi pendidikannya yang berakar dari kalimat “Wisdom from Knowledge,” bahkan setelah 100 tahun sekolah ini didirikan pertama kalinya dengan penanda kalimat semboyan yang terukir di batang “pohon kebijaksanaan” di tengah sekolah.
Tepat di ulang tahun ke-100nya juga, konferensi hutan alam rimba menghasilkan hukum bahwa semua hewan berhak berbaur di sekolah manapun tidak terkotak-kotak oleh spesies. Namun kepala SBH si Burung Hantu Bijak tidak pernah khawatir dengan kebijakan ini bahkan cukup senang mendengar hewan lain bisa merasakan sistem pendidikan sekolahnya.
Lain halnya dengan aku si Burung Hantu Kecil yang sejak malam hari mengurung diri di kamar. Sudah satu minggu aku bertengkar hebat dengan orang tuaku karena ingin masuk ke Sekolah Kuda. Sekolah yang terkenal menghasilkan para pekerja keras dengan kekuatan fisik dan stamina yang tak tertandingi di hutan rimba. Pagi ini aku memberanikan diri untuk meyakinkan kedua orang tuaku.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 054 PERSIB: Panem et Circenses (Obat Bius Penguasa)? atau Kultur Perlawanan dan Persatuan Rakyat?
Panem et circenses atau bread and circuses dalam bahasa Inggris sering mengacu kepada istilah politik di mana penguasa menggunakan makanan dan tontonan untuk membius dan menjinakan rakyat agar tidak melawan. Banyak yang menunjuk hiburan modern sebagai salah satunya, di mana rakyat sengaja dibiarkan…
maulrest80
AES 053 Pungli
Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul p…
maulrest10
AES 052 God Works in a Mysterious Way: MGMP Guru Bahasa Inggris
Hari Rabu tanggal 29 Oktober, seharusnya saya dan satu rekan guru bahasa Inggris di sekolah mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Cileunyi. Namun Kepala Sekolah memutuskan cukup satu guru saja yang mewakili dan akhirnya guru yang lebih senior lah yang diputuskan berangkat. Wal…
maulrest22