AES037 Ikaw Kuman

Hari ini aku mendapat kesempatan berharga untuk menemani teman-teman dari Sekolah Homy yang berasal dari Palangkaraya Kalimantan Tengah untuk berkeliling kota Bandung. Perjalanan kami dimulai dari Taman Lansia, di mana udara pagi masih segar dan dedaunan berembun. Kami melangkah pelan menyusuri ikon kota Bandung, Gedung Sate sembari sesekali berhenti untuk mengabadikan momen dengan latar keindahan gedung sate .
Kelompok kami melanjutkan perjalanan, menyusuri sejumlah jalan ikonik di Bandung. Dari Cilamaya, kami berbelok ke jalan Banda, kemudian melewati jalan Aceh yang teduh, hingga tiba di jalan Merdeka dengan hiruk pikuknya. Perjalanan tak berhenti di sana, kami juga melintasi jalan Lembong, jalan Tamblong, dan akhirnya tiba di jalan Asia Afrika yang penuh sejarah. Di sana kami berkumpul bersama kelompok lain, bersiap memasuki museum Asia Afrika. Destinasi bersejarah yang menjadi sorotan dalam perjalanan kami.
Kami melangkah masuk, langsung disambut dengan berbagai peninggalan bersejarah dan alur kejadian Konferensi Asia Afrika yang memukau. Setiap artefak seolah membawa kami kembali ke momen penting tersebut. Tak ketinggalan kami juga menyaksikan video dokumenter tentang KAA (Konferensi Asia Afrika) di ruangan audiovisual, pengalaman yang begitu mengesankan hingga membuat saya bermimpi memiliki ruang audio visual sendiri. Setelah menikmati sajian tersebut, kami pun menuju ke hidang utama yang paling dinanti: ruang rapat Konferensi Asia Afrika, tempat di mana sejarah besar pernah dirumuskan.
Ruang rapatnya cukup luas dan terawat dengan sangat baik, mempertahankan keaslian sejarahnya. Di sisi kanan panggung sebuah pemandangan unik menarik perhatian, gong perdamaian berdiri megah simbol kekuatan diplomasi. Setelah puas menjelajahi museum, kami melanjutkan perjalanan menuju penjara Banceuy, berharap bisa melihat jejak sejarah di sana. Namun sayang seribu sayang, situs tersebut ditutup karena pengelola sedang melaksanakan Salat Jumat. Dengan sedikit kecewa, kami memutuskan untuk mengubah rencana dan mengarahkan langkah kami ke jalan Braga.
Kami berkeliling di sepanjang jalan Braga, menikmati suasana klasiknya dan berencana berkumpul di Cikapundung riverspot. Sambil berjalan, saya terlibat obrolan seru dengan seorang murid kelas 8 (jujur, saya memang kurang pandai mengingat nama). Dalam percakapan kami, dia memperkenalkan saya pada beberapa kata dalam bahasa Dayak. Kata-kata yang kemudian saya jadikan judul AES ini. "Ikaw" yang berarti "kamu," dan "Kuman" yang artinya "makan." Sederhana, namun menarik seperti cara bahasa menyatukan kita dalam berbagai makna yang baru ditemukan.
Sesampainya di Cikapundung riverspot, kami akhirnya berpisah dengan teman-teman Homy. Di bawah langit biru, setiap langkah terasa sebagai jejak terakhir dari perjalanan ini. Terima kasih teman-teman, sudah menjadi bagian dari petualangan ini. Semoga kenangan yang terjalin akan terus mengalir seperti sungai di hadapan kami, membawa cerita yang akan kami ingat selamanya.
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…


