AtomicEssay

AES037 - Metode Alternatif Menyimpan Memori

Ara Djatipenulis arsip2

Beberapa tahun lalu, aku menonton sebuah video menarik tentang bagaimana akses mudah terhadap foto bisa mempengaruhi cara otak kita menyimpan memori. Ketika kita memotret sesuatu, kita lebih berfokus pada aspek visualnya. Stimuli auditer, sensori, olfaktori, dan sebagainya jadi berkurang. Lima tahun kemudian, ketika kita mencoba mengingat momen itu, yang kita ingat adalah bunga merah cerah atau teman yang berdiri di atas kursi. Hal-hal yang kita dengar dan kita raba pada momen itu, akan jauh berkurang intensitasnya.

Kalau sedang melihat-lihat foto lama di HP, kupikir teori ini mungkin ada benarnya. Aku ingat betul momen saat aku memotret kadal itu, tapi aku tidak ingat hal lain di sekitarku. Apakah kudengar kicau burung, atau nyanyian tonggeret, atau klakson mobil?

Kalau aku mencoba mengingat satu momen di masa lalu, momen yang banyak didokumentasikan, aku juga akan lebih cepat mengingat foto-foto itu: berkelebat cepat di benakku. Barulah aku akan mengingat kenangan spesifik lewat mataku sendiri, dengan segala suara dan raba dan pikiran dan aroma.

Yang menarik lagi, dalam pengalamanku, memori tidak selalu harus tentang rangsangan fisik di momen itu. Rangsangan emosional dan mental juga bisa masuk ke dalamnya. Biasanya, kalau aku jalan kaki ke rumah nenekku, aku ingat persis hal-hal yang aku bicarakan di bawah pohon itu dengan ibuku lima tahun lalu. Atau, kalau aku bermain level game yang sudah pernah kutamatkan sebelumnya, aku ingat apa yang sedang kupikirkan di titik yang sama, delapan bulan lalu. Ini sangat berguna bagiku.

Dulu waktu belajar untuk AAS, aku nonton sambil memikirkan materi pelajaran (jadinya orangtuaku menuduhku nonton video dan bukannya belajar). Jadi, waktu menjawab soal-soal, aku tinggal mengingat bagian tertentu dalam video itu – sebuah visual cue – yang lalu akan mendatangkan semua pikiran dan ingatanku pada saat aku melihat visual cue itu pertama kali. Aku juga menggunakan musik untuk menyimpan memori, aku membayangkan sebuah video berisi segala kejadian hari itu. Jadi, kalau aku sedang rindu hari tertentu dalam hidupku, aku bisa mendengarkan lagu itu dan bisa kembali pada momen-momen itu! Metode ini banyak sekali mempermudah hidupku. Sayangnya aku belum menemukan penelitian yang jelas mengenai hal ini, meskipun mengingatkanku pada konsep memory palace.

Intinya, aku sangat penasaran tentang memori dan bagaimana otak kita menyimpannya. Apakah latar belakang budaya yang berbeda bisa mempengaruhi bagaimana kita mengingat sesuatu? Apakah kepribadian yang berbeda bisa berpengaruh? Seberapa banyak memori kita terpengaruh oleh lubang-lubang yang diisi dengan asumsi? Apakah suatu hari ilmuwan akan menemukan cara untuk meng-extract memori dari otak kita dan menerjemahkannya menjadi video yang bisa ditonton orang lain? Ada begitu banyak yang membuatku penasaran.

Video yang kutonton waktu itu: https://www.youtube.com/watch?v=GLy4VKeYxD4

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 - MPLS 3: Mulai

Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES129 - MPLS Day 2: Konstan

Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB

Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…

Ara Djati10