AtomicEssay

AES037: Sensitivitas

haegenquinstonpenulis arsip2

Seringkali manusia, terutama remaja merasa sensitif. Sensitif sendiri, adalah

  1. a cepat menerima rangsangan; peka: alat perekam itu -- sekali
  2. a ki mudah membangkitkan emosi: tiap konflik antarsuku yang timbul harus segera diatasi karena masalah kesukuan sangat --

Menurut kbbi seperti itu. Untuk 'tema' manusia, mungkin agak berbeda artiannya. manusia yang sensitif, adalah manusia yang mudah tergoyahkan emosi dan perasaannya, biasanya dibilang 'Baper'. Masalah ini, bisa jadi terlalu dilebih-lebihkan, bisa juga terlalu di-underestimate. Mengapa seperti itu, karena ada orang-orang tertentu yang terlalu 'baper' dan lebay, benar-benar melampaui standar biasanya. Tetapi, karena itu pula, ada yang diremehkan. Yang sebenarnya masalah berat, malah menjadi masalah yang tidak dipedulikan, menjadi masalah yang dianggap remeh, dengan asumsi bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi, menurut mereka itupun. Sudut pandang orang-orang terhadap berbagai masalah di hidup selalu berbeda-beda, di satu sisi mudah sisi lainnya sulit. 

Karena itu, masalah ini mungkin bisa jadi 'penting' untuk dibahas. Mulai dari perilaku sensitif, kecenderungannya, perilaku orang-orang terhadapnya, dan tindak lanjut yang disarankan. 

Masalah yang paling ringan adalah insecure. Pada tahapan tersebut, suatu individu merasa tidak nyaman dan merasa memiliki sebuah standar tak terlihat, yang harus membuatnya berganti perilaku. Jelas-jelas, sepertinya kebanyakan orang sudah pernah mengalami hal seperti ini. Dari contoh yang paling simple seperti pakaian, hingga standar tinggi seperti kelompok, pergaulan, dan juga topik obrolan.

Kalau masalah sensitif, bisa tergantung pada beberapa hal. Terjadi perilaku yang tidak biasa, dari seseorang terhadap perilaku yang lain. Misalnya, dijahili biasa saja tetapi mengambek. Atau, tidak kenapa-kenapa di rumah tetapi tiba-tiba marah, karena sebuah kejadian di sekolah ataupun di perkantoran. Sensitif ini memiliki levelnya tersendiri pula.

Hal yang menyebabkannya adalah faktor lingkungan, misalnya bercanda. Terdapat banyak sekali topik yang sensitif dalam satu dunia ini, yang tidak bisa dibercandakan dan dianggap sebagai 'bercanda secara tidak sehat'. Yaitu SARA, kekurangan fisik seseorang, kondisi mental, dan lain lain. Dalam situasi tidak tepat pun, pasti bercanda itu tidak lucu dan malah ngeselin. Karena itu, kepada orang yang sedang sensitif, tentunya tidak bisa bercanda. Faktor lingkungan lainnya yang menyebabkan orang sensitif, adalah gangguan. Kalau terganggu, orang juga pasti merasa kesal dan merasa sisi dunia sedang tidak mendukungnya. Karena terganggu ia merasa tidak nyaman, dan karena tidak nyaman ia menyerah.

Sensitif juga bisa diubah dari diri kita sendiri. Jika ada masalah tertentu, segera konsultasikan saja kepada orang lain. Terkadang kita perlu bantuan dan support orang lain terlebih dahulu. Jika bisa, tenangkan diri dan berdamailah dengan situasi. Dengan begitu, kita bisa meng-convert apapun energi kekesalan, kesedihan itu, menjadi hal lain yang lebih bermakna. Karyawan (seniman maksudnya) biasanya kalau sedang memiliki keadaan emosional, mengambil energinya untuk menggambar, menulis puisi, bernyanyi, dan juga melukis. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20