AES038 - berhenti menyesal / musim hujan

Tiap kali musim hujan bergulir masuk, kebun rumahku dipenuhi kodok muda. Mereka berlompat-lompat dari kolam ikan, puluhan, mungkin ratusan, kecil dan ceria, seperti jentik-jentik nyamuk atau popcorn yang meledak. Setelah mendengarkan nyanyian kodok tiap malam, sepanjang musim semi, melihat makhluk-makhluk ini muncul tiba-tiba berbulan-bulan kemudian selalu menyenangkan.
Mereka kecil sekali, lebih kecil dari uang logam 50 perak yang kutemukan terselip dalam dompet ibuku. Warnanya coklat lumpur. Sulit sekali membedakan yang mana kodok dan yang mana lumpur. Kupikir, kamuflase yang terlalu bagus justru akan membahayakan. Mungkin memang efektif menjauhkan predator. Tapi bagaimana dengan makhluk-makhluk besar seperti manusia? Mudah sekali untuk menginjak mereka tanpa sengaja, memperpendek hidup mereka yang dari awal sudah pendek, dan kita tidak tahu apa-apa. Berapa banyak kodok yang pernah kuinjak?
Saat malam, kodok-kodok kecil ini berlompatan riang masuk ke dalam rumah. Anjingku selalu senang menyambut mereka, mengajak main. Tapi kakinya yang ceroboh, kukunya yang tajam, tenaganya yang besar, akan selalu menyakiti mereka. Dia duduk sedih dan mendengking ketika kodok temannya berhenti bergerak. Dia mencari kodok lain dari belasan yang masuk ke rumah. Berapa banyak kodok yang pernah kuinjak?
Sejak dulu aku memiliki rasa bersalah yang terlalu besar. Sampai bertahun-tahun aku masih menyesali segala dosaku. Sarang laba-laba yang hancur, pensil yang patah, kertas yang tercoret. Tiap musim hujan, aku senang melihat kodok-kodok kecil berlompatan masuk. Tiap musim hujan, aku berjinjit-jinjit setiap ke luar rumah. Tiap musim hujan, aku khawatir lumpur yang tadi bukanlah lumpur. Berapa banyak kodok yang pernah kuinjak? Seharusnya aku tidak terlalu banyak menyesal, jadi aku menyesal karena terlalu banyak menyesal. Kata orang, aku perlu belajar membiarkan yang sudah lewat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES130 - MPLS 3: Mulai
Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

AES129 - MPLS Day 2: Konstan
Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB
Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…
