AtomicEssay

AES04 - Ruang diskusi tentang eksperimen nasi

Asep Ramdanpenulis arsip3

Hari ini teman-teman SD Besar berdiskusi bersama tentang hasil eksperimen nasi yang telah dilakukan selama 2 minggu, kegiatan dibuka dengan memanjatkan doa dan waktu hening. Sungguh terasa syahdu, dimana teman-teman Oya, Bengawan Solo dan Kapuas duduk berdekatan, membagi energi bersama. Setelah itu, dipimpin oleh kak Putie, teman-teman mulai melakukan pemanasan dengan merespon musik, seru sekali melihat teman-teman berani unjuk kebolehan, mencontohkan gerakan-gerakan yang unik, bahkan sesekali mengundang tawa semua yang hadir di Pendopo. Sungguh suasana pagi yang seru dan hangat.

Setelah itu, teman-teman mulai membawakan nasi dari setiap kelas, lalu menceritakan perlakuan spesifik yang dilakukan. Di kelas Oya (6) menceritakan bahwa nasi tersebut diberi perlakuan yaitu diberi kata-kata negatif, “Nasi kamu jelek, kamu putih!” ungkapannya. Kelas Bengawan Solo (5) dengan cara dicuekin, saking dicuekinnya bahkan ada anggota kelas yang tidak ingat sama sekali ada nasi di situ, dan kelas Kapuas (4) dengan cara diberikan kata-kata positif. Misalnya beberapa anak ada yang menceritakan hal-hal seru yang terjadi di kelas, dan aktivitas hariannya.

Setelah itu, teman-teman menyelidiki dan melihat dengan saksama hasil nasi, lalu dilanjutkan dengan berdiskusi dan menyampaikan argumen, salah satu yang menarik, adalah ketika salah satu kawan Kapuas memaknai fenomena nasi di kelasnya lebih cepat busuk. Menurutnya kata-kata positif itu tidak berdampak pada nasi, tapi pada bakteri (makhluk hidup) yang ada di sana, sehingga mereka berkembang lebih cepat karena energi positif tersebut. Sungguh sebuah praduga dan hipotesis yang keren dari anak kelas 4. Sebetulnya ada banyak lagi argumen-argumen yang seru, ada yang menganalisis dari faktor cuaca, jenis nasi, banyak air bahkan cara perlakuan. Sungguh diskusi yang seru. Di sesi terakhir, kak Fifin menyimpulkan dari diskusi tersebut, bahwa ternyata energi itu berdampak, perlakuan kita, kata-kata kita tentunya akan berdampak pada hidup kita.

Acara diskusi ini, ditutup dengan penyambutan kelas 4 di SD Besar, teman-teman kelas 5 dan 6 memberikan selamat dan kata-kata positif kepada kawan Kapuas sekaligus berkenalan, semoga ini menjadi ruang bagi mereka untuk berempati dan menumbuhkan koneksi antara satu dan lainnya. Aamiin. 

Komentar (2)

finsjournal

Terima kasih, Kak Asep sudah mendokumentasikan kegiatan ini melalui tulisan yang ciamik. Takjub dengan pendapat salah satu anak yang bahkan orang dewasa tak pernah terpikirkan. (^.^)d

Asep Ramdan

Mantap ya anak-anak

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES18 - Mampir ke rumah teman part 2

Hari ini teman-teman berkegiatan di Rumah Jojo, saat tiba kami mulai dengan waktu hening dan sedikit yoga, setelah itu kami menyampaikan maksud bertamu, dan kemudian disambut oleh Pak Philip dan Ibu Firma. Beliau menceritakan sedikit tentang kisah rumahnya. Bahwa bapak menemukan rumah ini tidak sen…

Asep Ramdan20
AtomicEssay

AES17 - Mampir ke rumah teman

Pembelajaran Smipa yang holistik dan tematik, tentunya 'memaksa' fasilitator untuk membuka seluruh panca indera dan hati untuk belajar dan merasa. Bukan sekadar menyampaikan olahan maupun pembelajaran, lebih dari itu, belajar di Smipa menawarkan pengalaman hidup dan memaknai proses belajar. Terkada…

Asep Ramdan21
AtomicEssay

AES16 - Bermusik

Salah satu ciri khas dari Smipa adalah kedekatannya dengan dunia musik. Menurut saya dengan bermainan dan bereksplorasi musik, dapat menjadi ruang untuk lebih 'merasa' dan 'berkomunikasi' dengan cara yang lain. Saat ini, di kelas Bengawan Solo sendiri sedang menggarap proyek musik. Awalnya kami men…

Asep Ramdan30