AES04 The Umeboshi Theory
The reason why people envy others is …
Saya sangat suka nonton anime, selain karena mengagumi gambar atau bahasanya, tapi saya belajar beberapa nilai-nilai moral yang baik dalam film anime tersebut.
Salah satu contohnya, film "Fruit Basket", animasi yang bercerita tentang keluarga Sohma yang dirasuki arwah dari hewan yang masuk dalam 12 shio. Mereka akan berubah dari bentuk manusia jika sedang lemah fisik, stres, atau bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan dari keluarga Sohma.
Tokoh utama Honda Tohru, adalah seorang anak perempuan yang kehilangan orangtuanya. Sepeninggal Ibunya, ia tinggal di sebuah tenda tak jauh dari rumah salah satu keluarga Sohma. Di rumah itu tinggal Shigure (anjing), Yuki (tikus), dan Kyo (kucing).
Singkat cerita, ternyata Honda, Yuki, dan Kyo adalah teman satu sekolah. Tidak tega melihat Honda tinggal di tenda, akhirnya keluarga Sohma mengijinkan Honda tinggal di rumah mereka dengan imbalan Honda membantu pekerjaan rumah, seperti mencuci baju, piring, membersihkan rumah, dll.
konflik dalam anime ini terjadi ketika Kyo (kucing) dan Yuki (tikus) selalu bertengkar hebat. Jika teman-teman pernah mendengar cerita mengapa kucing tidak masuk dalam salah satu shio? Ternyata tikus mengelabuinya, dari situlah permusuhan antara kucing dan tikus dimulai, kucing sangat membenci tikus.
Tapi, bukan cerita itu yang ingin saya bahas disini. Pada episode 7, Tohru membuat sebuah teori yang dilatarbelakangi oleh perselisihan antara Kyo dan Yuki. Dibalik perselisihan tersebut, ternyata mereka berdua saling mengagumi satu sama lain, Honda menyadari hal tersebut. Teori ini dikenal sebagai "The Umeboshi Theory" diantara para penggemar anime Fruit Basket.
"People's good qualities are like an umeboshi on an onigiri."
Tohru mengibaratkan, jika 'good point' seseorang adalah umeboshi (isian onigiri berupa potongan buah plum kering) dalam onigiri (nasi kepal khas Jepang yang dilapisi rumput laut), orang tersebut tidak akan pernah bisa melihatnya, karena ia ada di belakang.
Onigiri berkata, "I have nothing… I only have white rice…"
Onigiri tersebut tidak pernah menyadari bahwa umeboshi dia terlihat bagus dan enak dimata onigiri lain. Tentu saja dia tidak dapat melihatnya, karena ada dibelakangnya.
Everyone has their umeboshi on their back, with so many beautiful shapes.
Mungkin saat ini ada orang yang cemburu pada kita…
Mungkin saat ini ada orang yang mengagumi apa yang belum kita sadari ada dalam diri kita…
The reason why people envy others is …
Karena orang lain mampu melihat dengan sangat jelas keistimewaan kita.
Teori ini terhubung dengan pesan dari seorang Bikhu yang saya temui di Vihara Dhammacakhajaya di wilayah Sunter beberapa tahun silam. Saat itu saya sedang mempelajari agama Budha, Bhante Adhiratano memberikan saya sebuah buku dengan pesan didalamnya;
"Setiap orang mempunyai permata yang berharga, tetapi hanya sedikit yang menyadarinya."
Salam,
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Memasak Pelan-Pelan: Dapur Tradisional, Ritme Hidup, dan Pendidikan Rasa
Aku berdiri di depan hawu, memperhatikan api kayu yang perlahan menyala.Tidak ada suara klik tombol, tidak ada layar digital, tidak ada notifikasi yang mendesak.Hanya bunyi kayu terbakar, aroma daun pisang, dan gerak tangan yang sadar. Bersama Wa Asep dan Wa Eli dari Pamolahan Sangkuriang, aku bela…

AES93 Menulis Surat dari Hati
"This isn't contest from the head but gift from the heart." (Don't Sweat the Small Stuff: 58) Di era digital ini, di mana pesan instan dan email mendominasi komunikasi kita, ada sesuatu yang sangat pribadi dan berharga tentang menulis surat tangan. "Once a Week, Write a Heartfelt Letter" bukan hany…

AES74 6 Pelajaran Hidup dari Biji Kopi – Mengenal Jon Gordon dan Damon West
Apakah kamu pecinta kopi, penikmat kopi, atau ahli dalam dunia per-kopi-an? Jenis kopi apa yang kamu suka? Sebagai penikmat kopi, saya hanya tahu mana kopi yang kurang enak, enak, dan enak banget. Paling juga tanya-tanya sedikit dari orang lain yang lebih paham tentang jenis biji kopinya, dan senan…
