AES93 Menulis Surat dari Hati

"This isn't contest from the head but gift from the heart." (Don't Sweat the Small Stuff: 58)
Di era digital ini, di mana pesan instan dan email mendominasi komunikasi kita, ada sesuatu yang sangat pribadi dan berharga tentang menulis surat tangan. "Once a Week, Write a Heartfelt Letter" bukan hanya tema yang indah untuk tulisan, tetapi juga sebuah kebiasaan yang dapat membawa banyak manfaat.
Sepakatkah, jika menulis surat adalah cara untuk melambat dan merenung?
Dalam kesibukan hidup sehari-hari, menulis surat memungkinkan kita untuk duduk, berpikir, dan merumuskan pikiran serta perasaan kita dengan lebih mendalam. Ini adalah praktik mindfulness yang dapat meningkatkan kesehatan mental kita.
Bagaimana cara memulainya?
Mulailah dengan memilih seseorang yang ingin dikirimi surat. Bisa jadi keluarga, teman, atau bahkan diri kita sendiri di masa depan. Gunakan kertas dan pena, dan kondisikan tempat menulis surat yang tenang, jauh dari riuh, sambil mendengarkan musik atau menyalakan lilin aromatherapy. Biarkan kata-kata mengalir dari hati tanpa memikirkan dan memilih kata. Ingat, ini bukan tentang kesempurnaan gramatikal, tetapi tentang keaslian dan ketulusan.
Apa manfaatnya?
Menulis surat dari hati setiap minggu dapat memperkuat relasi hubungan kita dengan orang-orang yang kita kasihi. Ini menunjukkan bahwa kita bersedia meluangkan waktu dan usaha untuk seseorang, yang merupakan tanda penghargaan dan cinta yang besar. Selain itu, ini bisa menjadi catatan sejarah pribadi yang berharga, sesuatu yang bisa dibaca kembali bertahun-tahun kemudian, mengingatkan kita pada orang-orang dan momen yang telah membentuk hidup kita.
Jadi, mengapa tidak mencoba? Mungkin ini akan menjadi langkah pertama dalam kebiasaan baru yang menghangatkan hati dan memperkaya jiwa. Selamat menulis!
Salam,
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES13 Walau Tak Ada Ide Tetap Harus Menulis
Senang rasanya membaca tulisan teman-teman di atomic essay ini, membaca topik yang berbeda, dengan gaya bahasa penceritaan yang berbeda, memperkaya. Sebetulnya banyak sekali ide tulisan, dan seharusnya bisa menulis setiap hari tanpa terlewat. Namanya juga membiasakan, yang tidak kalah penting harus…

AES51 Persepsi dalam Semangkuk Seblak
Siang tadi cuaca ga karuan, panas.. Kata orangtua dulu, "Mau hujan gede!" Tiba-tiba pengen makan seblak... Pedesnya sedang. Walaupun awalnya cuma pengen makan seblak, tiba di warung seblak jadinya beli basreng cobek, sate seafood, dan thai tea dingin. (^,^) Menikmati semangkuk seblak ditemani hujan…
AES02 Mengapa Harus Menulis? [Sebuah Proses]
Tulisan pertama, saya akhiri dengan sebuah pertanyaan, "Bagaimana saya bisa kembali menulis?" Jawabannya akan saya ungkap dalam tulisan berikut... Alasannya sesederhana karena saya menemukan template blogspot yang saya suka. (^^ Saya memulai kembali dengan menghias jurnal/blog tersebut, kemudian ba…
