AtomicEssay

AES040: Jujur dengan diri sendiri

haegenquinstonpenulis arsip2

Kenyataan ialah kenyataan, yang tidak bisa dibantah ataupun tersimpangi. Pemikiran kita sendiri, selalu cenderung tidak objektif, dan selalu berdasarkan apa yang kita tahu ataupun kita rasakan. Sehingga, apa yang kita rasa benar, yang belum tentu benar, sangat diyakinkan dan dipegang oleh kita. Misalnya, rutinitas untuk membereskan kamar. Ada orang, yang sudah dari sananya rutin untuk membereskan kamar tidurnya sendiri. Ada jenis orang lain pula, yang tidak membereskannya dan mentah-mentah mengaku, seakan-akan sudah menerima bahwa ia malas dalam membereskan kamar sendiri. Dan terakhir ada orang, yang kenyataannya tidak membereskan kamarnya sendiri, tetapi tidak jujur dengan diri sendiri, sehingga jika dibilangin oleh orang lain, ia membantah. Ia tidak menerima atas kekurangan yang ditujukan padanya, dan tidak menanggapinya dengan baik, membuat suatu blokir. Blokir tersebut, ada untuk membuat segalanya tampak 'berjalan baik' dan terlihat positif, padahal yang ada di balik layar adalah yang sebenarnya.

Mengapa kita suka tidak jujur dengan diri sendiri? Alasan paling mudahnya ialah karena tidak bisa menerima kenyataan yang pahit dan negatif. Kita ingin melihat kita sendiri sebagai sesuatu yang tak berkekurangan, sebagai seseorang yang lebih daripada orang lain. Padahal, kenyataannya manusia tidak, dan tidak akan pernah bisa, seperti itu. Butuh usaha untuk memperbaiki apapun yang dahulu kita kerjakan, yang bikin kita tidak jujur ama diri sendiri. Bahkan butuh keluar dari kebiasaan dan zona nyaman masing-masing untuk melakukan apapun yang perlu dilakukan, untuk mengubah bukannya menghindar ataupun menutup.

Dengan jujur dengan diri sendiri, kita bisa refleksi dengan benar, bukan hanya sekedar formalitas refleksi tetapi benar-benar mengenal diri kita. Dengan jujur sama diri sendiri, kita tahu apa yang memang salah, kita tidak menutupinya, kita dengan sadar menerimanya dan mencoba untuk menindaklanjuti.

Tidak ada gunanya untuk berbohong pada diri sendiri, jangankan ingin orang lian melihat hidupmu itu sangat baik dan sempurna, toh kenyataannya juga bukan. Pasti rugi akan balik ke diri kita sendiri apabila kita menyimpannya terus secara dalam-dalam.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20