AtomicEssay

AES040 Momen Kebersamaan

yulitjahyadipenulis arsip3

Pagi tadi seusai sepedaan bareng, kami ngobrol ini itu sampai seputar ortu dan anak. Kebetulan kami memang tetanggaan dan sama-sama doyan ngebolang. Kami terkadang berkumpul 4-5 keluarga dan sengaja bikin aktifitas bareng, entah itu jalan pagi sekitar komplek, sepedaan atau berpetualang ke alam intinya berkegiatan bersama. Selama beberapa tahun ini kami hampir selalu melewati liburan bersama seperti layaknya satu keluarga besar. 

Saat ngobrol bareng tadi kami sepakat bahwa momen-momen kebersamaan kami itu jadi sesuatu yang bermakna dan penting terutama buat anak-anak kami. 

Pernah suatu waktu kami menginap di Kudus dan makan malam Nasi Lentog di warung kaki lima yang sempit, sementara kami datang bertigabelas. Aku teringat bagaimana reaksi Milo waktu sampai di sana karena ia tidak mengira kami akan makan malam di pinggir jalan. Hal yang sangat jarang dilakukan dan jadi situasi yang tidak nyaman buat Milo, tapi toh ia melewatinya, duduk berdesakan di bawah cahaya remang-remang dan makan apa adanya yang disajikan di sana. Malahan saat aku dan temanku beringsut ke warung Tahu Telor berjarak 100m dari warung pertama, ia pun bisa antusias ingin ikut mencoba menu yang disajikan dengan lagi-lagi berdesakan di bangku panjang dan meja yang sempit dalam kondisi banyak orang asing.

Kebersamaan kami itu ternyata adalah senjata yang ampuh buat menempatkan anak-anak kami di berbagai macam kondisi yang tidak biasa dan tidak selalu nyaman buat mereka tanpa membuat mereka mengeluh atau protes.

Teman kami pun bercerita bagaimana reaksi anaknya saat kami tiba di kapal yang akan kami tinggali selama berhari-hari sementara ia membayangkan kapal yang jauh lebih indah yang dilihatnya di youtube

Beberapa hari yang lalu kami sekeluarga juga sempat mengingat momen saat snorkeling di Probolinggo yang spotnya memang cukup menyedihkan. Sampah dimana-mana, karangnya hampir semua mati,berwarna coklat dan ternyata kami menyelam hanya di spot yang kecil bersama banyak perahu lain. Spot itu adalah satu-satunya area yang menyisakan karang hidup dan anemon yang jadi rumah beberapa ekor ikan nemo saja. Foto yang kami temukan di mesin pencari itu ternyata adalah satu-satunya pemandangan yang bisa dilihat dan di luar perkiraan kami sebelum pergi ke sana. Tapi saat mengulang kisah itu kemarin, kami pun bercerita sembari tertawa-tawa mengingatnya. 

'Ya.. meski cuma begitu, toh kita bisa menikmatinya kan?', Dani mencoba menegaskan inti pelajaran dari momen itu dalam satu kalimat.

Kondisi apapun bisa jadi momen yang menyenangkan asalkan bisa menerima dan menyesuaikan diri dan kebersamaan pun jadi faktor yang memudahkan dalam banyak hal.

Banyak manfaat yang dirasakan dari kebersamaan kami itu dan kami semakin melihat peluangnya sebagai ruang anak-anak kami untuk belajar mengerti satu sama lain karena mereka berlainan usia, beradaptasi dengan situasi apapun, menerima, melepas ekspektasi dan berdamai dengan hal-hal tak terduga serta bersyukur atas apapun yang boleh kami lalui bersama-sama. 

Kini, jika Milo dan anak-anak yang lain rajin bertanya, 'Kapan kita main bareng-bareng lagi?' itu adalah bukti bahwa mereka memang membutuhkan momen-momen kebersamaan itu. Dan sepertinya kami juga perlu bersiap membuat acara lain buat mereka. Hmm.. mungkin saatnya kembali ke kota kecil dan  sepi.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES094 Pola dan Kesadaran

Kemarin aku bertemu dengan seorang teman lama dan mengajaknya makan malam bersama. Dalam perjalanan menuju restoran, ia mengatakan tak lagi menjadi vegan, jadi restoran apapun boleh, katanya. Lalu ia bercerita lebih lanjut alasannya. Ia adalah penyintas kanker. Perjuangannya untuk sembuh dari kanke…

yulitjahyadi11
AtomicEssay

AES087 Pengaturan

Menengok ke belakang dan melihat cara semesta bekerja memang membuat geleng-geleng kepala. Ada rasa trenyuh, tak bisa berkata-kata oleh karenanya. Apa yang dikatakannya seolah-olah seperti ini, 'Nak, kamu kerjakan saja bagianmu, kerjakan saja sebaik-baiknya, sisanya biarkan aku yang mengaturnya'. P…

yulitjahyadi51
AtomicEssay

AES069 Tanda Tanya

Get to know yourself better and you will find yourself having no choice but to become your greatest admirer. The more you explore the truth of who you are, the more you will interested in yourself. You will never get bored of yourself when you open the portal to the inner world because you can keep…

yulitjahyadi40