AES044 Penuh

Akhirnya (mencoba) menulis lagi. Entah, akan berhasil atau tidak menuntaskannya malam ini. Meskipun sudah 10 menit lewat dari tengah malam, pikiran ini masih berkeliaran. Mata tidak bisa disuruh terpejam, karena otak juga tak mau berhenti berpikir. Berpikir apa? Tidak ada sesuatu yang spesifik, tapi sulit sekali kuminta beristirahat.
Ah, aku tahu, kepalaku sedang penuh. Penuh dengan banyak sekali hal, dari yang remeh-temeh sampai hal-hal yang perlu mendapat perhatian ekstra. Dan, seperti segala sesuatu yang terlalu penuh, maka hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengeluarkan isinya agar tidak penuh lagi. Seperti juga saat perut penuh, mana bisa kita mengisinya lagi tanpa mengeluarkannya terlebih dulu?
Jadi tulisan ini muncul karena kebutuhanku untuk menuangkan pikiranku secara mindful supaya sedikit longgar. Membawa sesuatu dalam keadaan (terlalu) penuh memang tidak gampang. Selain berat, kita harus berhati-hati agar tidak menumpahkannya di tempat yang tidak tepat. Ya ya, rasanya memang begitu.
Sudah cukup lama aku tidak ‘bisa’ menulis meskipun banyak hal yang menyapaku setiap hari, berseliweran setiap saat minta dikeluarkan. Mungkin, karena aku terlalu banyak menumpuk-numpuk semua hal, sehingga kesulitan mengeluarkan pikiran yang tertimbun di bawah. Harus dikorek-korek dulu, supaya lebih mudah dikeluarkan. Dan, hari ini terpaksa dikeluarkan karena penampungannya sudah di ambang batas.
Semoga, setelah kukeluarkan sedikit malam ini, besok pikiran-pikiran baru yang segar bisa menempati ruang kosong yang tersedia karena aku sudah berusaha mengeluarkan pikiran obsolete yang menumpuk. Hehe… ternyata, bukan hanya sampah yang perlu di-recycle, ya.
Komentar (4)
Nah ini bener banget ini... Sering banget mengalami tapi rasanya belum pernah menuliskan tentang ini. Terima kasih Mega... Hayu ah kita ramaikan lagi Ririungan.
Sama2, kak. Hayuk atuh dituliskan juga versi kak Andy.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES863 Penerimaan Diri
Masih dalam konteks Literasi Diri, lebih luas lagi dalam suasana Festival Literasi yang segera digelar di pekan depan. Festival memang perayaan bersama, sebuah peristiwa kolektif, tapi di sisi lain di sisi dalam diri, apakah kita masing-masing juga merayakan literasi diri kita. Merayakan, mensyukur…
AES158 Kembali Menulis
Waktu itu, sudah cukup lama sejak rutin menulis AES-ku terhenti. Dengan alasan, tergantikan oleh keasikan baru menggambar mandala. Aku sedang berdiskusi dengan rekan SPP tentang persiapan lingkar belajar untuk kakak jenjang kecil, dengan topik emosi. Khususnya dalam hal pengelolaan emosi di kelas,…

AES 522 Disappoint
Seseorang pernah berkata," Expectation is the root of heartache." Kutipan itu menunjukkan bahwa ketika kita mengalami kekecewaan, artinya harapan dan keinginan kita lepas dari jangkauan. Hal semacam itu sering kita alami dalam hidup, dari hal kecil hingga sesuatu yang sangat luar biasa dan sulit ki…
joefelus21

