AES045 Makhluk Multidimensi: "Wartawan Jahat"

Perjalanan pulang dari Cibanteng menuju Cileunyi saya isi dengan mendengarkan sesi paparan ilmu dari Bapak Fahruddin Faiz yang juga sering dilabeli dan disebut dengan ngaji filsafat. Ada satu bagian di mana beliau mengutip salah seorang filsuf (saya lupa namanya) yang menyatakan manusia adalah makhluk multidimensi. Seorang pencuri bisa jadi jahat di satu momen ketika ia melakukan aksinya, namun ketika pulang bermain dengan anaknya ia bisa berubah menjadi manusia yang baik.
Begitu pula dengan "wartawan jahat" yang datang ke sekolah saya. Seorang pria yang tiba-tiba marah karena sekolah sudah kosong di pukul 2 sore padahal memang jam pembelajaran sudah selesai, terlebih lagi di hari itu sedang ada perayaan Hari Pramuka Nasional. Kemarahannya tidak berhenti di situ, ia melihat ruang kelas yang memang oleh guru sengaja dibebaskan agar murid bisa melukisnya dengan gambar-gambar yang mereka sukai. Ia bahkan melabeli murid sekolah kami murid-murid nakal karena perihal ini.
Untungnya ketika itu saya dan guru-guru memang sedang tidak ada di sekolah berkenaan dengan Hari Pramuka tadi, kalau kami ada sudah habis itu wartawan kami tanya tentang surat tugasnya dan filosofi pembelajaraan kurikulum merdeka. Dikarenakan yang ia hadapi adalah penjaga sekolah, maka wartawan ini berubah seakan-akan ia lebih superior dari beliau dan berhak marah-marah. Pada akhirnya penjaga sekolah memberikan nomor telepon Wakasek Sarana dan ternyata wartawan ini pun berani menelepon.
Wakasek Sarana di sekolah saya adalah orang yang cukup berpengalaman menghadapi "wartawan jahat". Ketika sang wartawan mengancam akan meliput sekolah kami, jawaban beliau cukup sederhana "silakan saja liput, sekalian biar orang-orang tahu ada sekolah yang kekurangan seperti kami." Setelah jawaban ini sang wartawan seperti tidak puas dan membalas bahwa kalau meliput ia butuh konfirmasi dulu ke Kepala Sekolah dan akan datang lagi nanti. Ini dibaca oleh Wakasek sebagai aksi pemerasan dan kode "kalau tidak mau diliput silakan bayar!"
Aksi nekat dan gila ini ternyata sang wartawan lancarkan ke beberapa sekolah. Kami berkesimpulan sepertinya beliau memang sedang dalam keadaan terjepit dan ekonominya sedang sulit untuk menghidupi keluarganya. Maka beliau sedang menjadi makhluk multidimensi yang punya niat baik untuk menghidupi keluarganya, namun di lain sisi menjalankan perilaku buruk untuk memenuhinya.
Apakah para pejabat juga seperti ini? yang paling bahaya sih kalau ternyata mereka adalah makhluk satu dimensi, punya niat buruk untuk negara ini atau kepentingan pribadinya, dan menjalankan ambisinya dengan cara yang buruk pula. Hanya Tuhan Yang mengetahui kebenaran sesungguhnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 054 PERSIB: Panem et Circenses (Obat Bius Penguasa)? atau Kultur Perlawanan dan Persatuan Rakyat?
Panem et circenses atau bread and circuses dalam bahasa Inggris sering mengacu kepada istilah politik di mana penguasa menggunakan makanan dan tontonan untuk membius dan menjinakan rakyat agar tidak melawan. Banyak yang menunjuk hiburan modern sebagai salah satunya, di mana rakyat sengaja dibiarkan…
maulrest80
AES 053 Pungli
Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul p…
maulrest10
AES 052 God Works in a Mysterious Way: MGMP Guru Bahasa Inggris
Hari Rabu tanggal 29 Oktober, seharusnya saya dan satu rekan guru bahasa Inggris di sekolah mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Cileunyi. Namun Kepala Sekolah memutuskan cukup satu guru saja yang mewakili dan akhirnya guru yang lebih senior lah yang diputuskan berangkat. Wal…
maulrest22