AtomicEssay

AES046: Konsisten

haegenquinstonpenulis arsip2

Konsisten, adalah sesuatu yang telah berjalan cukup panjang dan hasilnya selalu solid, selalu memiliki patokan dan selalu memenuhi patokan yang dibutuhkan. Bisa untuk mengerjakan sesuatu dengan outcome sama secara berulang-ulang, bisa juga dengan melakukan suatu rutinitas yang baik dan terus bertahan. Misalnya, konsisten dalam mengumpulkan tugas tanpa telat. Bisa juga contohnya, mencetak gol tiap pertandingan apapun hasil akhirnya, misalnya 10 permainan berturut-turut. Intinya, konsisten merupakan kata sifat, sehingga tidak bisa diukur, pastinya suatu hal bisa dibilang konsisten itu seperti apa (pandangan orang berbeda-beda). 

Konsisten sendiri, bisa jadi adalah hasil dari aksi yang kita lakukan. Kalau aksi yang kita lakukan maksimal, hasilnya terbaik. Kalau kita mengarahkan usaha lumayan baik, hasilnya lumayan meskipun tidak maksimal. Kalau kita malas, hasilnya burik abis. Kalau kita konsisten, kita mengerjakan salah satu dari ketiganya, secara terus-terusan tanpa banyak berubah-ubah sesuai faktor eksternal. Meskipun, konsisten yang dimaksid harusnya adalah dalam artian positif. Kalau konsisten malas , semua orang juga bisa. Namun, itu bukanlah konsisten yang baik, sehingga tidak bisa disebut konsisten.

Konsisten dengan usaha lumayan, sebenarnya oke. Karena terkadang kita suka berubah-ubah sesuai dengan mood dan lain lain, namun kita mengerjakan dengan usaha lumayan, hasil lumayan (solid) dan dapat diterima, dan kalau dikerjakan secara jangka panjang, sebenarnya hasilnya pasti akan sangat baik untuk kita. Biarpun tidak maksimal, sebenarnya karena jangka panjang itulah kita bisa belajar dari konsisten.

Tentunya yang paling baik adalah kalau kita konsisten dengan kemampuam terbaik dan maksimal. Cenderungnya, bahkan kita saja jarang melakukannya. Untuk konsisten dalam tingkat yang paling tinggi, dibutuhkan komitmen untuk berusaha apapun keadaannya, tanpa hari-hari off. Dengan seperti itu, kita pasti mustahil dalam mengerjakannya, karena untuk maksimal dibutuhkan usaha maksimal, dan kita tidak mau. Pasti ada kalanya kita perlu mengambil hari-hari off, kalau dalam sepakbola artinya memberikan effort yang tidak penuh (misalnya 50%) karena kita butuh istirahat. 

Aku tidak mencari tujuan seperti itu. Konsisten yang ideal menurutku, adalah maupun dalam hal kecil, kita mengerjakannya dengan hasil yang baik setiap kali, selalu memberikan hasil bahkan ketika diri sedang tidak baik. Kalau dalam permainan basket, ada saja pemain-pemain yang selalu memberikan konsistensi, memberikan 10-20 poin rata-rata per gim. Meskipun mereka bukan pemain bintang, mereka selalu mengerjakan tugasnya secara maksimal, memenuhi peran yang diberikan kepadanya, dan juga memberikan hasil oke meskipun teman-temannya sedang mengalami hari yang kesulitan. Dibandingkan pemain bintang egois yang tidak konsisten, yang malah kalah saat butuh; menang saat tidak penting; memberikan varian yang luas dalam apapun hasilnya. Aku lebih prefer seseorang yang memiliki peran tertentu tetapi dapat melaksanakannya dengan baik.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20