AES051 Angin

Pagi ini ketika saya berjalan ke sekolah, saya merasakan angin yang sejuk menyapa kulit seolah-olah membawa ketenangan dan semangat baru. Ada sesuatu yang khas dalam tiupan angin pagi ini, bukan hanya kesejukan yang diberikannya tetapi juga sebuah perasaan nostalgia yang tiba-tiba muncul. Angin itu mengingatkan saya pada lirik dari lagu Bale Pulang 2, "angin datang kasih kabar." Lirik sederhana yang sarat makna seolah mengajarkan kita bahwa angin bukan sekadar fenomena alam, melainkan bisa menjadi utusan pembawa kabar dari jauh.
Dalam budaya Papua, angin memiliki arti yang lebih mendalam. Masyarakat di sana percaya bahwa angin bisa menghantarkan pesan mereka ke tempat yang jauh. Angin bukan hanya elemen alam yang bergerak tak tentu arah tapi dipercaya dapat membawa pesan-pesan yang mereka sampaikan, entah kepada orang yang dicintai, sahabat, atau bahkan leluhur yang jauh dari jangkauan fisik. Ada keterhubungan spiritual yang terjadi yang mungkin sulit dijelaskan dengan kata-kata, namun terasa nyata bagi mereka yang mempercayainya.
Angin pagi ini seolah membawa pesan yang sama, meski saya tidak tahu pasti pesan apa yang ia bawa. Mungkin pesan untuk lebih menghargai momen-momen kecil dalam hidup, seperti berjalan kaki dan merasakan alam di sekitar kita. Atau mungkin angin itu sedang mengingatkan seperti halnya dalam budaya Papua, ada kekuatan tak terlihat yang menghubungkan kita dengan orang-orang yang jauh di sana. Dengan hembusannya, angin menyadarkan kita akan hal-hal yang kita sering abaikan—perjalanan, pesan-pesan tersembunyi, dan hubungan tak kasat mata yang terjalin di antara kita.
Angin bukan hanya udara yang bergerak melainkan ia membawa cerita, harapan, dan pesan dari satu tempat ke tempat lain. Hari ini saya merasakan kehadirannya lebih dari biasanya dan angin itu memberi saya kabar bahwa ada banyak hal yang kita lupakan, tetapi alam selalu punya cara untuk mengingatkan kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

