AtomicEssay

AES051: Semangat

haegenquinstonpenulis arsip2

Semangat setiap orang, setiap hari, setiap jenis aktivitas, selalu beda-beda. Semangat yang kubahas pada saat ini, adalah (confidence). Semangat dalam artian tidak ragu, tidak takut akan kesalahan, berani untuk mengambil resiko. Kalau tingkat semangatnya mendekati 0, kita ragu berbuat apa-apa sehingga tindakannya minim, dan takut salah. Sementara kalau semangat berlebihan, kita malah terlalu toledor dan cenderung untuk mengabaikan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan.

Misalnya, ada timnas bola. Satu pemain bintang, secara nilai jauh lebih baik daripada rekan-rekan setimnya. 3x lipat contohnya, karena performanya lebih baik. Dengan keadaan seperti itu, sang pelatih pasti akan mempercayakan dan memberikan dia 'privilege' untuk memimpin timnya dan melakukan hal-hal yang berbau individu. Misalnya, boleh mengontrol dan menendang bola semau dia. Pemain lain tidak bisa begitu, karena ia pemain bintang.

Dengan keadaan seperti itu, timbullah ketidaksetaraan antara pemain bintang dan juga pemain biasanya. Pemain bintang pasti berani untuk menendang bola apabila sudah dekat gol, bahkan dari jauh pun bisa. Ia diberikan sebuah kebebasan, sehingga semangat dan tidak ragu untuk membuat permainan. Sementara pemain biasa, pasti memiliki batas untuk melakukan tindakan-tindakan beresiko. Kalau gawangnya tidak terbuka, ia tidak bisa sembarang menendang karena tidak dipercaya, dan lebih tidak berkemungkinan masuk. Pastinya, pelatih akan lebih mempercayakan kepada yang 'berbintang'. 

Dengan perlakuan seperti itu, pasti pemain biasa akan ragu, dan gugup saat membuat suatu keputusan. Apakah akan menendang saja, tetapi beresiko untuk kena tamparan keras apabila gagal (karena maksa), atau akan diam saja padahal mungkin bisa jadi terdapat kesempatan untuk mencetak gol?

Secara situasi, bisa berbeda-beda tingkat semangatnya. Kalau sedang harinya baik dan mendapatkan dukungan orang-orang lain di sekitar, performa kita naik karena semangat yang naik, dan aura positif yang pula naik. Kalau kita memiliki aura negatif akibat menganggap kritik terlalu personil, maka kita bisa jadi lebih ragu dan tidak berperforma baik.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20