AES051 Senyuman Anti Marah

“Ibu marah ya?” Tanya Sei padaku. Padahal aku sedang biasa saja. Emosi netral. Hahaha punya wajah setelan pabrik begini memang suka disalahartikan, lagu lama dari dulu banyak yang bilang begitu, namun kalau anak sendiri yang bertanya rasanya gundah juga.
Saat sedang capek, serius, atau banyak pekerjaan pun begitu pertanyaan Sei, “Ibu marah ya?” Adiknya juga ikut-ikutan melontarkan pertanyaan “Ibu marah?” Ampun. Akhirnya karena sedikit gusar terus ditanya pertanyaan seperti itu aku balik bertanya pada Sei, “Kenapa kakak selalu bertanya seperti itu kalau melihat ibu, padahal ibu tidak sedang marah loh”. Jawabannya cukup mencengangkan dia bilang, “Aku takut kalau ibu marah, soalnya kata temen-temen ibunya suka marah-marah”. Oalah ternyata dia sedang menganalisis. Pikirnya kalau wajah ibu seperti itu artinya ibu sedang marah lalu sebentar lagi dia akan dimarahi ibu. Perbincangan di sekolah bersama teman-temannya lagi-lagi berpengaruh. Sei mulai menerka emosi seseorang berdasarkan ekspresi wajahnya.
Lebih peka atau bagaimana, anak-anak bisa membaca ekspresi wajah orang yang dilihatnya. Mereka menangkap sinyal emosinya terlebih dahulu. Mau bagaimana lagi, wajahku merespon emosi lebih cepat dari kata-kata yang terucap. Jadi ya wajar, wajah setelan pabrik ini dianggap sedang marah padahal ya tidak selalu hahaha
Sei punya trik jitu mengatasi hal ini katanya, “Ibu coba kaya gini, senyum kaya aku namanya smile tomat!” Dia memperagakan dengan sangat lucu, senyum lebar ear to ear, mata besarnya hilang membentuk bulan sabit, pipinya membulat. Aku tertawa melihatnya. “Nah gitu dong pokoknya tiap aku suruh ibu smile tomat harus ya, jadi aku tau ibu ga marah beneran”. Ada saja gebrakannya setiap hari.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20