AtomicEssay

AES054 - Anak Cicak Baru!

Ara Djatipenulis arsip2

Kemarin malam, beberapa dari kami menginap di rumah Dea untuk mempermudah berangkat ke Bosscha esoknya. Perjalanannya panjang dan memusingkan dan aku jadi lebih mengapresiasi orang-orang yang tiap pagi berangkat dari Lembang untuk sekolah ke Smipa. Tapi juga aku selalu heran, kenapa orang mau punya rumah jauh-jauh? Mungkin karena pemandangannya. Dan perjalanan itu memang amat terbayar karena pemandangannya. Di mana-mana terlihat sawah tertumpuk rapi dalam bentuk gunung, dan hamparan hijau, rumah-rumah dongeng, langit yang cerah bebas asap, mememar menjadi kuning-kemerahan saat matahari mulai membenamkan diri.

 Tadinya, kami ingin makan malam dan mengobrol di teras luar, agar bisa menikmati bintang. Tapi di luar dingin dan amat berdebu. Di dalam, ada kasur yang empuk dan hangat. Jadi, malam itu kami habiskan bergulung-gulung dalam lipatan selimut, asal-asalan memetik gitar, mengobrol dan tertawa entah tentang apa saja. Semuanya berlangsung dengan damai dan tenang, sampai tiba-tiba, Dea meloncat duduk dan berteriak, menunjuk pada sebuah gumpalan kecil di kasur.

 Ada seekor cicak, kecil sekali, dengan kepingan telur masih menempel di ekornya, terlapisi cairan oranye-kemerahan. Ketika aku mengangkatnya dengan kertas, dia malah melompat ke atas gitar lalu ke sofa. Akhirnya aku berhasil mengeluarkannya ke teras. Sisa malam itu berlalu dengan tenang, tanpa gangguan cicak. Tapi, esok paginya, kami menemukan ada telur cicak lain di kasur (yang ajaibnya tidak pecah selama kami tidur). Sepertinya memang ada banyak telur cicak di kasur atau selimut, entah dari mana, karena memang tersimpan dan jarang dipakai.

 Sejak ada cicak yang mencuri brokoliku, aku jadi menyukai cicak. Mereka lucu dan baik dan lembut, tapi takut orang. Jadi, salah satu highlight dari kemarin adalah menemukan cicak itu. Aku harap dia tumbuh besar dan kuat dan tidak kedinginan di teras.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 - MPLS 3: Mulai

Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES129 - MPLS Day 2: Konstan

Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB

Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…

Ara Djati10