AES054 Norak

Pernah lihat orang yang tampil nyentrik, mobil yang dimodifikasi sedemikian rupa, rumah yang tampil beda dari tetangga lainnya, berbicara keras dimuka umum, memakai aksesori mencolok, warna cerah yang menyilaukan mata?
Norak
Dulu aku memandang hal tersebut dengan begitu judgmental. Walau tak terucap itu muncul dalam pikiran. Norak sekali, kok bisa ya seleranya begitu norak. Percaya diri sekali.
Semakin kesini aku merasa itu adalah bentuk mereka mengekspresikan diri. Aneh dimataku, tetapi sesuai dimata mereka. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah penilaianku.
Sering kali kita merasa lebih. Lebih hebat, lebih kuat, lebih pintar, lebih baik, lebih lebih lebih. Dirasa mereka yang berbeda lebih kecil, lebih lemah, lebih bodoh, lebih buruk. Padahal?
Lebih superior. Menganggap yang tidak sesuai standar kita sesuatu yang inferior. Sombong.
Menyampaikan pendapat tanpa diminta opininya, menyampaikan saran tanpa diminta advisnya, menyampaikan ketidaksetujuan tanpa diminta gagasannya. Ikut campur.
Untuk alasan kebaikan? Ah tidak itu hanya pembenaran, semata memuaskan ego belaka.
Untuk apa membawa energi negatif untuk diri sendiri padahal sebenarnya tidak mengganggu kehidupan kita. Biarlah, tidak perlu mengecilkan kesenangan mereka. Hanya urusan beda pandangan.
Untuk apa terganggu dengan hal diluar diri, yang pasti diluar kuasa kita, yang tidak perlu dipikirkan dihakimi alasannya.
Keadaan apapun diluar diri biarlah menjadi urusan personal mereka. Keadaan apapun diluar diri biarlah menjadi urusan semesta.
Kejadian sekeliling bukanlah tanggung jawab kita, reaksi dalam diri inilah yang menjadi tanggung jawab kita.
Kejadian diluar bukan kuasa kita. Kuasa kita adalah mengendalikan diri terhadap kejadian diluar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
