AtomicEssay

AES054 Tutup Telinga

carloslospenulis arsip2

"Tutup telinga," satu frasa yang sering kita dengar untuk menggambarkan generasi muda masa kini yang dianggap enggan mendengar tak peduli atau bahkan terkesan tidak menghormati norma. Banyak yang beranggapan bahwa anak muda zaman sekarang tidak sopan, tak punya tata krama, dan seakan menutup telinga dari apa yang seharusnya mereka pelajari. Namun apakah benar demikian, atau mungkin kita sendiri yang perlu mendengarkan lebih baik ?

Ada anggapan bahwa generasi sekarang tumbuh dengan sikap yang lebih mandiri, bahkan terkesan keras kepala, berani melawan arus, dan kurang menghormati senioritas. Bagi sebagian orang, ini dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan. Namun jika kita melihat lebih dalam, generasi ini sebenarnya dibentuk oleh lingkungan yang berbeda.

Informasi yang serba cepat perubahan budaya yang tak henti dan teknologi yang menghapus batasan antara muda dan tua. Mereka lebih mudah mempertanyakan hal-hal yang tampak sudah tak relevan dan berani membicarakan ketidakadilan yang mungkin sebelumnya diabaikan. Sikap ini bukan sekadar tanda ketidaksopanan, tetapi ekspresi dari generasi yang menginginkan kejelasan dan keberanian untuk menyuarakan pendapat.

Jika generasi ini terlihat seperti "menutup telinga," mungkin itu karena mereka merespons hal-hal dengan cara yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka menuntut agar setiap ide, tradisi, dan norma dipahami bukan hanya diikuti secara membuta. Bagi mereka rasa hormat bukan sekadar karena usia, tapi karena integritas. Di balik sikap ini, ada dorongan untuk mendengar lebih baik tapi dengan filter yang lebih kritis. Mereka ingin mendengar sesuatu yang mereka anggap bermakna dan jujur, bukan sekadar formalitas.

"Tutup telinga" adalah frasa yang menyederhanakan kompleksitas generasi ini. Mereka mungkin terlihat seperti enggan mendengar, tapi sebetulnya mereka hanya memilih apa yang patut didengar dan dipelajari. Mungkin sebagai generasi yang lebih tua, kita pun perlu sedikit membuka telinga dan belajar memahami bukan sekadar menilai. Dengan saling membuka diri, generasi muda bisa menghormati tanpa harus kehilangan sikap kritisnya dan generasi lama bisa mengapresiasi keberanian berpikir baru tanpa merasa diabaikan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES192 Melihat Lebih Dekat

Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

carloslos00
AtomicEssay

AES191 Membedah KPB

Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menceritakan sedikit perihal KPB, atau Kelompok Petualang Belajar. Pada mulanya, KPB sudah menjadi semacam tradisi setiap awal naik kelas. Ia hadir sebagai cara sekolah memperkenalkan kembali esensi KPB kepada murid-murid baru, juga mungkin kepada…

carloslos00
AtomicEssay

AES190 Sonichi

Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…

carloslos10