AES055 Jodoh

Kemarin, kami beberapa orang tua kelompok Layangan berkesempatan mendengarkan pemaparan tentang Kelompok Petualang Belajar bersama Kak Andy dan Kak Leo. Tujuan dari sosialisasi KPB itu adalah agar kami dapat mengenal KPB secara lebih utuh. Apa perbedaan antara KPB dengan SMA atau SMK, konsep pembelajaran berjenjang di Smipa termasuk KPB, apa sasaran pembelajarannya dan seperti apa kurikulumnya hingga gambaran proses penerimaannya.
Menjadi manusia yang berdaya dengan pengasahan 'life skill' adalah sasaran di jenjang KPB, satu tahapan pamungkas yang akan melengkapi seluruh rangkaian proses pendidikan holistik di Semi Palar.
Semi Palar adalah satu-satunya sekolah yang kami kunjungi saat mencari sekolah pertama kalinya buat Milo. Mendengarkan uraian Kak Andy saat itu rasanya seperti bertemu jodoh, langsung menemukan yang kami cari. Situasi kami yang lebih banyak bertumbuh dari skill non akademis, mendorong kami untuk mencari alternatif lain selain sekolah konvensional. Dalam pandangan kami saat itu, gelar pendidikan bukanlah segala-galanya. Kemudian setelah bergabung dan seiring waktu kami makin mengenali bahwa yang kami cari itu bernama pendidikan holistik.
Saat beberapa tahun lalu aku sempat berinteraksi dengan teman-teman KPB kala itu, dan menghadiri presentasi akhir mereka, sedikit demi sedikit terlihat gambaran tentang proses belajar di KPB. Saat mencermati presentasi 'My Life Plan' mereka, aku pun terpesona. Sungguh menyenangkan melihat remaja di usia itu begitu mengenal dirinya, menyadari kebutuhan dan harapan-harapannya dalam sebuah rancangan bertumbuh yang mereka buat sendiri. Hal terpentingnya adalah mereka berani menjadi dirinya dan menunjukkannya. Keren! Mereka terasa begitu berbeda satu sama lain dengan keunikannya masing-masing dan yang pasti pula mereka sungguh sangat beruntung dengan kesempatan belajar dalam ruang eksplorasi yang begitu luas itu.
Meski terasa begitu ideal dari kacamataku untuk sebuah model pendidikan dan besar pula harapanku Milo bisa mendapat kesempatan itu, aku tetap menyadari juga bahwa apa yang jadi keinginan belum tentu juga rancangan Baik. Jadi sembari memaparkan ulang ke Milo semalam, aku menyelipkan pula pesan-pesan yang semoga bisa ia pahami dan mewujud dalam tindakan persiapan diri yang serius.
Semoga berjodoh...
Komentar (2)
Waaah, berujung di sebuah esai pula... Semoga semesta mendukung dan kita bisa berproses bersama - belajar bersama...
amiinn.. nuhun kak Andy
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES107 Konstelasi Bintang
Kemarin adalah kelas ketiga dan yang terakhir dari rangkaian kelas daring tentang Human Design. Semalam, sama seperti dua minggu sebelumnya, aku kembali terbangun tengah malam karena pikiranku yang begitu aktif. Selama tertidur, rupanya pikiranku membawa informasi barunya dan diolah di alam bawah s…

AES106 Berkenalan dengan Human Design
"Ga semua orang bisa jadi inisiator, kecuali dia Manifestor" ujar temanku yang sedang serius mendalami Human Design. "Jadi kita ga bisa paksa anak kita untuk bisa punya inisiatif. Ada yang memang butuh diajak kalau tipenya Projector, bahkan kalau dia Reflector, setelah diajak pun dia perlu waktu 28…

AES105 Ambyar
Ambyar, kurang lebih seperti itu gambaran perasaan seseorang saat ekspektasinya berbenturan dengan realita lalu runtuh berserakan. Kemegahan yang terbangun tanpa sadar ketika membayangkan satu situasi dari luar, sirna seketika... seperti menguapnya mimpi begitu mata mulai terbuka. Frustasi, begitu…

