AES056 Narasi Baru tentang Uang dan Ekonomi

[repost dari Ning]
Beberapa posting di AES memang menyoroti tentang uang, sistem ekonomi, kapitalisme dan lainnya. Tulisan Rico yang terakhir juga membahas tentang uang - dari perspektif sejarahnya. Tapi kalau ditelusuri banyak hal yang dituliskan di Ririungan ini, termasuk ritme kehidupan, kehidupan di desa, pemaknaan hidup, keheningan dan lain sebagainya juga terkait dengan uang. Memang saat ini, apalagi kita yang hidup di kota-kota besar, tidak bisa dihindari harus bersentuhan dengan uang. Akhirnya, nyaris segala sesuatu yang dilakukan berujung pada uang. Uang akhirnya jadi tujuan hidup - karena semua orang bilang kalau mau bahagia ya harus punya banyak uang.
Padahal awalnya uang adalah sekedar alat, uang diciptakan sebagai alat tukar yang mempermudah transaksi antara anggota masyarakat. Kenyataannya sekarang uang jadi tujuan, nyaris segala sesuatu diukur dengan uang.
Memahami sejarah munculnya uang dan bagaimana sistem keuangan dibuat bisa membuat kita lebih paham kenapa peradaban yang dikendalikan oleh uang pada akhirnya menjadi berbagai keburukan. Filem di bawah ini, bertajuk Sacred Economics, membuat kita lebih paham kenapa uang mendiskoneksi banyak hal esensial dalam kehidupan manusia. Salah satunya dengan alam lingkungan kita. Dalam sistem ekonomi modern, alam adalah Sumber Daya, Bahkan Manusiapun dianggap sebagai Sumber Daya (human resources). Karena hal-hal tersebut itu didefinisikan sebagai sumber daya, dalam persepsi kita semua itu ada untuk dieksploitasi - dikelola hanya dengan tujuan menghasilkan uang. Hal-hal yang sebetulnya sakral semua jadi hilang. Menyedihkan.
Kita terdiskoneksi dari orang-orang lain, dari alam lingkungan, dari tanah, air, udara dan lain sebagainya. Hal-hal yang sebetulnya bukan hanya komoditi, tapi merupakan elemen-elemen pembentuk kehidupan. Lalu bagaimana kita bisa mengembalikan hal-hal tersebut ke hakikatnya?
Ada konsep-konsep sederhana yang bisa mulai menggeser paradigma kita tentang uang dan ekonomi - dan menempatkan hal-hal yang lebih esensial sebagai keutamaan. Mulai dari Yang Kecil - seperti yang kita sudah kenal di Semi Palar. Koperasi adalah salah satunya, karena koperasi menempatkan kepemilikan bersama dan kebermanfaatan bersama sebagai keutamaan. Dengan demikian dia mulai menempatkan koneksi antar manusianya lebih tinggi dari pada keuntungan finansial semata. Saya yakin sepenuhnya hal-hal ini bisa kita mulai di Semi Palar. Kita sudah punya spirit yang cukup kuat dan mengikat kita satu sama lain. Kita hanya perlu mencobanya supaya gagasan-gagasan itu bisa menjadi pengalaman dan realita kehidupan kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES010 Dari Pendidikan Holistik ke Kehidupan Holistik
Merayakan esai ke 10, saya ingin menulis tentang topik ini: dari Pendidikan Holistik ke Kehidupan Holistik. Kenapa ini jadi penting, berkaca pada apa yang disampaikan oleh John Dewey dalam dua kalimat pendek di atas ini… Intinya, Pendidikan yang sejati semestinya tidak berjarak dengan Kehidupan si…

AES305 Narasi Baru Kehidupan dan Kemanusiaan
Masih menulis tentang narasi, ada dua video tentang New Story yang jadi inspirasi kita bersama. Kedua video ini datang dari dua orang visioner, Charles Eisenstein dan Satish Kumar. Visioner dalam pengertian mereka orang-orang yang mampu melihat jauh ke depan, tanpa kehilangan esensi tentang apa yan…

AES280 Cacat Ekonomi Konvensional
Saya bukan ahli ekonomi, tapi tidak perlu jadi seorang ahli untuk melihat bahwa segala aktivitas ekonomi yang terjadi telah mengabaikan hal-hal penting. Kerusakan lingkungan, krisis iklim dan lain sebagainya adalah terutama terjadi karena aktivitas ekonomi yang skalanya sudah melewati ambang batas,…
