AES280 Cacat Ekonomi Konvensional

Saya bukan ahli ekonomi, tapi tidak perlu jadi seorang ahli untuk melihat bahwa segala aktivitas ekonomi yang terjadi telah mengabaikan hal-hal penting. Kerusakan lingkungan, krisis iklim dan lain sebagainya adalah terutama terjadi karena aktivitas ekonomi yang skalanya sudah melewati ambang batas, daya dukung lingkungan planet bumi.
Setahu saya ilmu ekonomi itu sangat sederhana, meminimalisasi biaya untuk meningkatkan keuntungan. Ya hanya itu saja. Caranya bagaimana dengan mengelola Sumber Daya (resources) yang ada. Jangankan alam (hutan, lautan, flora dan fauna) wong manusia aja disebut Sumber Daya Manusia - dalam perspektif ekonomi. Manusia dihilangkan kemanusiaanya dan ditempatkan sebagai sumber daya - lalu bagaimana ilmu ekonomi akan membawa kebaikan? Ada sih sepetik kebaikan, hanya bagi segelintir orang - sang pemilik modal. Hanya itu saja.
Lalu apakah dengan kerusakan yang ada - ilmu ekonomi punya sesuatu yang mengatasinya? Sepertinya juga tidak. Jadi ya begitulah. Tidak heran kalau banyak orang yang sangat skeptis bahwa segala sesuatu yang rusak ini akan bisa dikembalikan, atau setidaknya diperbaiki.
Filem di atas ini - yang dinarasikan oleh David Suzuki menjelaskan dengan gamblang bahwa ilmu ekonomi itu cacat. Banyak hal-hal prinsip yang semestinya terutama, ditempatkan di luar ekuasi atau perhitungan ilmu ekonomi. Lalu bagaimana? Ya satu-satunya cara ya kita musti berpindah ke sistem ekonomi baru. Sebetulnya Charles Eisenstein sudah mengajukan sebuah konsep yang disebutnya Sacred Economics. Sebuah paradigma baru - yang menempatkan hal-hal yang tadi diabaikan sebagai sesuatu yang sakral. Karena sakral, tentunya kita akan memandangnya dengan rasa hormat, kita akan menjaganya - karena hal-hal tersebut penting bagi hidup dan kehidupan kita.
Photo by Karolina Grabowska from Pexels
Komentar (1)
Prof. Mariana Mazzucato juga menyampaikan hal serupa. Cacat dalam teori ekonomi sangat fundamental. Kata Bu Mariana, "It's not that we have too much math, but it's the WRONG math. Model matematika yang dipakai teori ekonomi konvensional banyak mengadopsi Newtonian Physics (equilibrium, averages, etc.). Padahal seharusnya lebih tepat bila menggunakan mathematics from biology. Dia memberikan sebuah contoh: distance from mean dynamics. "In biology, you couldn't explain change if everyone looks the same."
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES056 Narasi Baru tentang Uang dan Ekonomi
[repost dari Ning] Beberapa posting di AES memang menyoroti tentang uang, sistem ekonomi, kapitalisme dan lainnya. Tulisan Rico yang terakhir juga membahas tentang uang - dari perspektif sejarahnya. Tapi kalau ditelusuri banyak hal yang dituliskan di Ririungan ini, termasuk ritme kehidupan, kehidup…

AES952 Lagi tentang Udunan
Entah kenapa kata Udunan ini sedang kerap sekali muncul dalam pikiranku, akhir-akhir ini. Dan ya siang tadi sempat berbincang dengan beberapa rekan tentang Udunan ini. Semakin didalami, konsep Udunan ini semakin memikat hati. Lebih jauh, Udunan ini sepertinya bisa jadi salah satu kata kunci tentang…

AES911 Membangun Sistem Ekonomi Baru
DAVOS... seperti halnya semua forum elite di berbagai level, kita semakin tahu bahwa semua itu hanya drama-drama politik yang dikendalikan oleh beberapa pihak yang punya kepentingan. Berbagai level dalam pengertian, level Internasional, regional maupun nasional. Sama halnya seperti di Indonesia, le…
