AES056 Tata Tulis

Menulis tesis merupakan tantangan tersendiri untukku. Disamping isi, mengolah hasil penelitian menggunakan dan menuliskan pembahasannya yang membutuhkan rangkaian kata baku sesuai ejaan membuatku tersadar. Betapa sulitnya merangkai kata-kata. Membuat kalimat yang tidak ambigu, kalimat untuk dimengerti oleh orang yang membaca. Sulit. Hal yang kupikir sederhana ternyata tidak sesederhana itu. Pelajaran bahasa Indonesia memang bukan favoritku sejak sekolah dulu.
Belajar menulis sesuai kaidah, revisi berulang kali sudah menjadi sarapan sehari-hari. Menurutku sudah oke, belum juga berhasil standar pak dosen rupanya. Siklus yang berulang ini untuk sebagian orang (termasuk Fajrin) itu menyebalkan, menyalahkan dosen yang terlalu perfeksionis. Namun menurutku ini hal yang mengasyikkan. Untuk apa belajar dari orang yang standarnya sama dengan kita. Tidak menarik kan? Dari sini aku mulai belajar lagi menulis. Seperti anak-anak yang baru belajar menulis akupun sama. Tidak jadi soal.
Ditengah-tengah perjalanan menulis dan mungkin sudah jalan semesta, ajakan menulis cerita disini membuatku semakin bersemangat. Satu proyek menulis ilmiah, satu proyek menulis alamiah. Hahaha ada gila-gilanya juga.
Rupanya menulis alamiah ini membantuku mengembangkan gagasan dan mengalirkan ide lewat tulisan, tentu ini juga memudahkanku menulis proyek ilmiahku. Setali tiga uang dua-duanya bersinergi saling berpengaruh positif. Ini menjadi kesenangan baruku, menambah skill baru, menulis.
Setelah selesai dengan proyek ilmiah, agaknya terlalu sayang untuk menghentikan proses menulis begitu saja. Syukurlah proyek menulis alamiah ini adalah proyek jangka panjang tanpa revisi. Menulis dapat tetap mengalir setiap hari, tetap menyambungkan sinaps yang sudah terbentuk di bagian bahasa otak.
Namun wajah pengangguran ini tampaknya kentara sekali sampai aku dimandatkan tugas baru, mengkurasi ribuan esai menjadi buku. Keseruan baru dimulai. Membaca dan mengkategorikan isi sesuai dengan tema. Pemahaman konteks, kesesuaian jumlah esai dengan data, mencari penulis yang tidak terdata. Berbekal pengetahuan seadanya kucoba mengerjakan proyek baru tadi.
Saat sudah berhasil mengumpulkan bahan esai keseruan baru dimulai. Menyesuaikan esai dengan tata tulis! Huah ini sedikit mengusikku. Rasanya ingin kurapikan tetapi sudah ada disclaimer pada awal buku yaitu,
“Esai-esai yang dimuat di sini langsung dipindahkan apa-adanya tanpa editing apapun. Typo (salah ketik) atau kesalahan yang sama bisa ditemukan di sumber tulisannya. Ini adalah bagian dari keunikan Atomic Essay Smipa (dan bagian dari kemanusiaan kita ).”
Ya! Buku yang sedang kukerjakan ini bukan suatu karya ilmiah. Jauh-jauhlah sifat perfeksionis yang ditularkan dosenku! Sedikit banyak ternyata berpengaruh terhadap caraku melihat tulisan. Pantas saja disematkan keterangan “penyusun” bukan editor. Memang hanya menyusun bukan mengedit hahaha. Yah tentunya tulisanku ini masih jauh dari kesesuaian, masih banyak hal yang perlu diproses kesalahanku hari ini adalah pembelajaran untukku dimasa depan.
Beberapa tulisan memang dibuat untuk dimengerti dan dipahami oleh pembaca, namun beberapa tulisan lain memang dibuat untuk dirasakan dan dimaknai oleh pembaca.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
