AES058 - Telunjuk Kanan

Kemarin, atas keteledoranku sendiri, jariku tergeprek. Aku sedang memukul pasak dengan batu, dan jariku terselip di bawahnya. Sepersekian detik sebelum terhantam, aku sempat berpikir, aduh gawat!, tapi sudah telat. Untungnya kukuku tidak kena, hanya tepiannya yang luka dan memar.
Sebenarnya tidak terlalu sakit. Tapi, masalahnya, lukanya ada di telunjuk tangan kanan, sebuah jari yang sangat berguna dan banyak dipakai. Jadi, selama dua (satu setengah?) hari ini aku harus lebih banyak menggunakan tangan kiri, atau hanya beberapa jari tangan kanan. Aku tidak bisa makan dengan tangan karena akan mengenai jariku dan sakit. Aku harus main gitar, main piano, mengetik, sikat gigi, makan, semua tanpa menggunakan telunjuk itu.
Ini justru menjadi kesempatan yang sangat berguna. Aku jadi benar-benar belajar cara menggunakan jemariku dengan optimal. Tiap-tiap gerakanku harus lebih diperhatikan dan diperhitungkan, sehingga aku jadi lebih sadar diri dan ruang. Aku harus bisa memilah dan membagi tugas untuk masing-masing jariku: yang mana yang menggenggam sendok, bagaimana distribusi tenaganya, bagaimana cara menekan jedai dengan tiga jari dan jempol. Peran jari telunjuk ternyata begitu besar. Aku jadi harus menekan jedai lebih keras, menggenggam sendok lebih erat, semua karena kehilangan satu jari.
Yang paling menarik adalah dengan senar gitar. Aku perlu mencari senar-senar mana yang diprioritaskan, karena aku tidak lagi bisa memetik empat senar sekaligus. Alhasil, aku jadi belajar lebih banyak tentang cara menulis melodi yang aksesibel dan memprioritaskan not-not tertentu.
Intinya, aku jadi lebih mindful dalam menggunakan jari tanganku. Aku akan mencoba untuk terus mengingat ini. Alasan pertama jariku bisa luka itu memang karena aku kurang memperhatikan. Seharusnya ini menjadi dorongan bagiku untuk terus mindful, bukan karena terpaksa, tapi karena melihat faedahnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES130 - MPLS 3: Mulai
Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

AES129 - MPLS Day 2: Konstan
Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB
Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…
