AtomicEssay

AES067 Naik Pesawat

Sanyapenulis arsip2

Aku selalu suka naik pesawat. Melihat langit dari ketinggian rasanya berbeda saat ada di daratan. Walaupun aku takut ketinggian tapi aku suka naik pesawat, rasanya beda.

Teringat dulu saat pertama kali naik pesawat. Kelas 3 SD, seumuran dengan Sei hari ini. Dulu juga pas liburan sekolah. Papaku akan dinas ke site, di Bengkulu. Mamaku baru saja melahirkan adik jadi kami tidak kemana-mana. Tahu papa mau pergi tentu saja aku minta ikut pergi. Sebelum berangkat mama berkali-kali mengingatkan kalau disana tidak ada apa-apa, lokasi tambang bukan tempat bermain anak-anak jadi aku hanya boleh ikut sampai mess seharian sendirian karena sudah pasti papaku kerja aku tidak boleh ikut.

Semua itu tidak berarti apa-apa untukku, yang penting aku ikut. Aku mau naik pesawat. Akhirnya papa luluh, dia membolehkan aku ikut pergi kesana. Senang sekali aku, kemudian aku berkemas memasukkan pakaian, komik, buku dan alat gambar ke dalam tas ransel kuning yang ukurannya lebih besar dari badanku. Aku siap!

Malamnya aku tidak bisa tidur, kegiranganku membuatku tidak bisa tidur. Keesokannya selama perjalanan ke bandara aku tidur pulas. Sampai di bandara perasaan gugup datang bersamaan dengan rasa gembira. Melewati pemeriksaan barang dan tiket, menaiki eskalator, masuk ke ruang tunggu rupanya papaku mengabadikan momen ngampung anaknya itu dengan tustel nya. Hahahaha

Masuk ke kabin pesawat, duduk, menaruh ranselku di kolong kursi, mendengarkan pramugari, lepas landas! Yuhuu ternyata ini rasanya naik pesawat, keren! Perlahan daratan terlihat mengecil, pesawat terbang menembus awan, langit cerah berawan kala itu menyambut anak kecil ini yang baru sekali menyapa langit dari ketinggian. Selama perjalanan aku terus memandang dari jendela.

Sampai sekarang aku selalu suka naik pesawat. Rasa bahagia itu tertinggal hangat di hati. Sampai sekarang aku suka duduk dekat jendela namun kali ini Sei yang menempati kursi itu, kursi kebahagiaan anak-anak. Kursi jendela pesawat.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Menarik! Nyambung sama ini nih. https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/6184/aes660-up-in-the-sky

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES158 Santai

Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…

Sanya32
AtomicEssay

AES157 Januari

Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…

Sanya21
AtomicEssay

AES156 Hujan

Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…

Sanya20