AES069: Viral
Viral adalah bahasa modern, zaman kini, mendunia yang artinya adalah besebar luas dan cepat (seperti virus). Asal muasal kata ini adalah bahasa ilmiah penempelan virus, dan malah digunakan sebagai istilah kekinian atas hal yang sedang tren. Viral sendiri lebih bermaksud ke konten, misalnya ada konten youtuber yang sedang 'viral', atau ada Salam dari Binjai yang sedang viral. Intinya, kata viral ini biasanya digunakan ke hal-hal yang visual, ke apa yang orang lihat dan disebarkan.
Karena itu, biasanya kalau kita membuat hal yang viral, kita sendiri juga bisa semakin populer. Contohnya, orang 'Salam dari Binjai' yang kontennya viral, orangnya saat ini sedang semakin terkenal. Misalnya, diajak jalan-jalan dan ketemuan oleh artis lainnya, untuk keuntungan bersama. Bisa juga kalau apa yang kita buat 'viral', orang-orang banyak tahu dan mencari tahu tentang apapun yang berkaitan dengan konten ini.
Namun, menjadi viral juga ada batasannya. Pastinya kalau ada kenaikan dalam popularitas, ada masa turunnya juga. Dan itu yang bisa terjadi ketika kita sudah menjadi viral. Misalnya, kalau tren PPAP beberapa tahun lalu, saat ini sudah sangat mereda. Jumlah penonton dan orang-orang yang teringat akannya jauh lebih sedikit. Padahal, di satu masa, sempat ditonton jutaan hingga ratusan juta kali, karena memang sedang tren dan sedang berada pada masanya.
Sudah jarang ada hal yang tren selama jangka panjang. Kalau begitu bukan namanya tren. Grafik tren sendiri adalah dari bawah, menuju ke atas dengan pesat, berada di atas sekali sementara waktu, dan setelah itu turun dan mereda kembali. Tidak ada hal yang terus berada di puncak dan tak tergoyahkan. Konsistensi itu tidak ada pada tren. hal yang konsisten ialah yang memang tidak berada di puncak, tetapi selalu terkenal dan grafiknya rata. Misalnya, seseorang/sesuatu yang tidak pernah kehabisan ide yang menarik, konsisten dalam manfaat dan penggunaannya (misalnya postingan video konsisten) dan tak tersaingi. Selama ada pihak lain yang menyaingi, pasti akan drop dan muncullah tren baru.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
