AES070: Perbaikan
Suatu perbaikan adalah aksi yang kita lakukan untuk mengubah sesuatu, untuk menggantikan yang tadinya buruk menjadi baik. Dari yang tadinya rusak, menjadi baru. Dari yang tadinya tak bernilai, menjadi berharga. Dengan adanya perbaikan, artinya ada perubahan, ada proses dan juga ada before after. Kita memperbaiki hal, karena kita membutuhkan hal tersebut dalam bentuk yang baik. Misalnya radio, kita perbaiki karena kita butuh memakainya dengan keadaan baik dan optimalisasi penuh.
Semua hal dapat diperbaiki, dan untuk memperbaiki, kita perlu kesempatan. Untuk dapat kesempatan, maka yang kita perbaiki itu pastinya perlu layak dapat kesempatan kedua. Contohnya, kalau kita melakukan suatu ujian tertulis di sekolah biasa. Tentunya, kita hampir pasti tidak maksimal. Apakah ujian dapat diperbaiki? Tidak, karena namanya juga ujian, sekalinya gagal ujian dan gagal lolos kriteria, tidak ada kata pengulangan. Ujian menguji kemampuan dan pengetahuan kita sendiri berkaitan dengan suatu materi. Nilai pada ujian, sudah final dan tidak bisa digugat ulang, karena itu penilaian dari kemampuan kita sendiri.
Kecuali kalau ada remedial, itu urusan beda lagi. Dengan suatu 'remedial', kita bisa coba memperbaiki apa yang sebelumnya kita buat salah. Ada harapan kedua, meskipun sebenarnya tidak se-cerah harapan pertama. Dengan adanya suatu remed, otomatis kita bisa memperbaikinya, meskipun tergantung juga terkadang ada terkadang tidak.
Kalau kita ingin memperbaiki mesin mobil, kita perlu mengetahui cara kerjanya dulu. Setelah mengetahui dan mempelajari mengenai mesin mobil itu sendiri, maka kita juga bisa mengetahui proses. Dari proses, kita masuk ke inti masalah. Mengapa mesin mobilnya mati dan tidak bisa berjalan kembali? Bagian apa yang terhambat? Dari sana, baru kita bisa cari tahu solusi dari permasalahan mesin mobil. Jadi prosesnya diagnosa-> alur kerja-> masalah-> solusi. Akhirnya, bisa ditemukan, misalnya karburatornya tidak jalan, atau ada kebocoran oli mesin pada mobilnya. Sehingga, kita betul-betul mempelajari keadaan agar bisa memperbaiki keadaan tersebut dengan baik dan efektif.
Apa lagi yang perlu kita kerjakan ketika memperbaiki sesuatu? Kita perlu tahu, bahwa merusak sesuatu jauh lebih mudah daripada memperbaikinya. Ketika kita membuat masalah, itu lebih mudah daripada mencari jalan keluar solusinya. Seperti pertemanan saja, kita lebih mudah untuk memusuhi seseorang daripada menjadi teman dekat baginya. Karena, melakukan hal yang ceroboh sekalipun kita bisa menuju ke masalah. Ketika kita tidak mengeluarkan usaha besar, kita berada pada masalah. Ketika kita keluar dari masalah, butuh usaha. Dan ketika kita malas, bukannya jalan keluar malah masalah baru yang muncul. Itu sebabnya, jangan menunggu masalah datang baru diperbaiki, lebih baik dicegah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
