AtomicEssay

AES072 - Euforia Hujan di Smipa

Ara Djatipenulis arsip2

Musim hujan di Smipa selalu mengundang banyak keluhan. Toilet yang tergenang, payung yang kurang, ruangan kelas yang basah kena tempias hujan. Tapi, sekaligus, membawa banyak keseruan. Temanku pernah berkata, di Smipa, segala kesulitan dan perasaan terjebak oleh hujan, bisa memaksa kita untuk bonding. Dan memang benar: mau-tak-mau kita harus berbagi payung, lari-larian menerjang hujan, mencari sendal jepit yang terbawa arus, titip diambilkan tempat bekal. Atau, terjebak itu tadi: pulang-pergi kakak dan anak dan orangtua, semua jadi terhambat. Semua harus berlindung di bawah genteng yang sempit. Kita jadi terpaksa untuk berhenti, menunggu. Kita jadi terpaksa untuk tidak buru-buru. Kita jadi terpaksa untuk bertemu, mengobrol, bercanda, membantu.

Sampai rumah, kaki kita dingin, tas kita basah kuyup. Tapi ada euforia tertentu di baliknya. Yang kita ingat bukan basah-basahnya, tapi basah-basah bersama teman-teman, basah-basah bersama, bersama.

Yang paling kami tunggu-tunggu waktu kecil adalah munculnya kolam renang! Lubang kosong teater, yang panas membakar di musim kemarau, kini akan terrendam air hujan. Jika hujannya sedikit, hanya akan becek, kurang menyenangkan. Tapi, begitu hujan mulai deras tak terhenti, kami menunggu-nunggu waktu istirahat. Begitu langit sudah kosong, teater telah terisi penuh setumit.

Tadi, sepulang sekolah, anak-anak KB sedang bermain di kolam renang teater. Mereka melompat-lompat di ban, saling menyiprat, berguling-guling di dalam air. Dulu kami juga begitu. Kini, melihat mereka, banyak kekhawatiran: kalau masuk angin? Kalau airnya kotor? Yang paling utama, aduh, itu bajunya dicucinya repot, sudah berlumpur begitu!

Tapi aku rindu berkecipuk dalam air di teater. Jadi, kami menggulung celana kami, menaikkan rok kami, dan ikut bermain bersama mereka.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 - MPLS 3: Mulai

Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES129 - MPLS Day 2: Konstan

Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB

Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…

Ara Djati10