AtomicEssay

AES077: Bercerita mengenai suatu Klub

haegenquinstonpenulis arsip2

Deskripsi dahulu, barulah ada kesimpulan dan reveal besar. Itu adalah jenis paragraf induktif.

Adalah sebuah tim basket yang berada dalam lingkup NBA (national basketball association), yang adalah asosiasi basket Amerika Serikat. Tim ini memiliki beberapa cerita yang menarik. Mulai dari asal usulnya, keberadaannya, performanya, pun juga kepemilikannya.

Cerita pertama dimulai dari tahun 1965, dimana ia baru pindah ke kota Phila (...). Seorang pemain yang bernama Wilt, merupakan legenda tim tersebut sejak tahun '56. Beberapa tahun sebelumnya, ia sempat mencetak rekor liga dengan poin rata-rata per gim yang dicetak, dengan skor 50.36 secara rata-rata. Pada zaman tersebut, ia dijuluki sebagai orang gila karena memiliki ketinggian 2 meter 16 cm. Ia bisa berlari secepat 11 koma dalam jarak 100 meter, dan 49.4 dalam jarak 400. Itu jauh melebihi orang rata-rata. Belum lagi, ia bisa melompat dan mencapai ketinggian 13 feet (sekitar 4 meter +). Cerita lain menyebutkan, ia pernah mengangkat sebuah troli barang bermuatan 600 lbs sendirian (sekitar 190 kg) keluar dari sebuah lift, membantu 2 pekerja yang kesulitan. Hal terakhir yang bisa diceritakan, selain semua hal di atas, ia sangat jago dalam permainan basket dan dianggap sebagai salah satu (top 10) atlet basket yang paling legendaris. Hanya saja, karena zaman itu masih belum banyak publikasi dan belum banyak verifikasi, banyak orang tidak yakin atas kemampuannya itu, dan mungkin hal-hal itu dilebih-lebihkan.

Cerita kedua dimulai pada tahun 2012. Saat itu, klub ini sedang masa jelek-jeleknya berperforma. Lalu, sahamnya sebesar 15 persen dibeli oleh Erick Thohir (tentu jauh sebelum ia menjadi menteri BUMN). Erick menjadi orang Asia pertama yang memiliki klub basket di NBA. Sayangnya, setahun kemudian sahamnya itu dijual untuk membeli saham Inter Milan.

Cerita ketiga, adalah soal seorang pemain yang bernama Ben Simmons. Ia adalah pemain yang sangat bertalenta, sayangnya talentanya itu semua tertutupi dengan narasi media yang mengatakan bahwa ia tidak bisa menembak bola basket. Belakangan ini, ia sempat dikritik oleh media massa karena performanya yang sangat buruk pada playoff. Hubungannya dengan tim inti pun sangat tidak sehat setelah babak playoff berakhir dengan kekalahan. 

Karena hubungan yang tidak sehat itu, ia sampai-sampai meminta ditukar dan/atau ditransfer ke tim lain. Klub ini namun, memaksa tim lain untuk menukar banyak aset hanya untuk mendapatkan si Ben Simmons, ya jelas tim lain tidak akan mau emndapatkannya dengan mahal. 

Setelah banyak rumor yang tidak benar dan banyak prediksi pertukaran pemain antarklub, akhirnya ia tidak jadi ditukar ke tim lain, yang tentunya membuatnya bete, karena tidak ingin dalam keadaan tersebut kembali. Setelah diskusi dengan manajemen timnya (yang pastinya awkward), akhirnya Ben pun setuju untuk balik ke timnya dan ikut latihan.

Namun, drama pun terjadi lagi. Karena ia terpaksa untuk setuju dan terikat kontrak, maka saat ia bergabung ke latihan, ia tidak ikut yel yel kerjasama dan langsung pulang. Sehingga, didenda kembali oleh timnya. Saat ini, ia akhirnya berkata bahwa ia 'tidak siap secara mental' dan mengambil istirahat dari berkegiatan dengan tim. Bilangnya, ia akan memberitahu kalau ia sudah siap secara mental. Jangan-jangan ini hanya menjadi alasan dirinya untuk tidak ikut latihan dan pertandingan tim. Karena beberapa hari ini, ia didenda kembali dan masa 'tidak siap secara mental' nya sudah dibilang tidak berlaku, yang memicu kemarahannya.

Sebenarnya cukup unik cerita-cerita ini kalau dilihat lagi, dari latar belakangnya sampai ke drama yang terjadi. Bisa jadi, mungkin hal-hal di dunia banyak yang menarik, yang kita tidak ketahui.

BTW, untuk yang penasaran, nama tim/subjek utama yang diatas adalah Philadelphia 76ers.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20