AtomicEssay

AES078 Kentang dan Telur

Sanyapenulis arsip2

Bahan-bahan makanan di dapur sedikit memberikan inspirasi. Cara mengolah bahan makanan ini berbeda-beda, ada yang dengan direbus, dipanggang, ditumis, semua bahan makanan ditangan orang yang tepat menjadi makanan lezat.

Ambil saja contoh kentang dan telur. Bahan utama memasak balado untuk lauk tumpengan. Sama-sama direbus telur akan mengeras, kentang akan melunak. Telur yang cangkangnya keras lembut didalam saat diberi suhu panas akan mengeras. Kentang dengan kulit yang tipis dan isi yang keras saat diberi perlakuan yang sama akan melunak.

Sama seperti anak-anak.

Dari tampilan luar kita sudah melabeli “ini anak A perlu perlakuan A” atau “ini anak B perlu perlakuan B”. Tanpa sadar kita terjebak hal seperti itu. Mengategorikan anak dan memasukkan mereka pada kotak berlabel. Tanpa melihat lebih dekat siapa mereka sesungguhnya. Kentang atau telur.

Setelah matang baru tampak hasilnya apakah sesuai dengan keinginan awal?

Kentang akan protes, aku jadi lunak begini karena sudah melewati proses memasak yang sedemikian rupa, panas membuatku hancur.

Telur akan bangga, aku jadi keras begini karena sudah melewati proses memasak yang sedemikian rupa, panas membuatku kuat.

Merasa seperti ini? Siapakah kita, apakah kentang atau telur?

Lalu siapakah anak kita? Apakah kita sudah mengenal mereka? Apakah mereka kentang atau telur?

Apakah kita akan mengulangi proses yang sama pada anak kita, tanpa mengetahui apakah mereka kentang atau telur?

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES158 Santai

Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…

Sanya32
AtomicEssay

AES157 Januari

Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…

Sanya21
AtomicEssay

AES156 Hujan

Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…

Sanya20