AES079 Melihat dari Belakang

Siang tadi anak cerewet berkepang dua dengan kaca mata bulat itu datang tanpa mengetuk kamar, lari dan melompat ke atas kasur, mendarat seperti papan seluncur sambil berteriak "Ibuuuuuuu!" setelah sekolah energinya masih penuh. Ngantukku langsung lenyap seketika. Belum selesai atraksinya dia berguling sampai ke sebelahku. Bau matahari yang kentara datang memelukku erat. Adik yang lemas kemudian ikutan berguling dan tampak lebih bersemangat, kakaknya memang seperti matahari yang memancarkan radiasi energi. Hangat
Bermain di atas kasur menggunakan seragam sekolah membuatku melirik Sei, tanpa berkata apapun dia langsung menyadari kesalahannya. "Oh iyaaa aku belum ganti baju! Maaf yaa" Kemudian dia berjalan keluar kamar tanpa menutup pintu. Loh 5 menit yang lalu dia masih bermain seperti anak kecil dengan adiknya, saat dia berjalan keluar kok sepertinya dia sudah lebih tinggi, sudah lebih besar, dia sudah menyadari kewajibannya untuk ganti baju setelah pulang sekolah. Sesaat aku merasakan haru. Dia sudah besar. Padahal selama ini aku menemaninya setiap hari.
Teringat saat pertama kali mengerjakan tantangan pulang sekolah, tulisannya masih besar-besar dan tidak rapi. Sekarang dengan semangat yang sama tulisannya sudah lebih rapi tanpa perlu ditemani sepanjang pengerjaan soal. Sudah mulai bertanggung jawab dengan kewajibannya setiap hari.
Teringat saat pertama kali menemaninya taekwondo, belum fokus dan masih asik sendiri memanjat palang besi yang menempel di tembok studio. Sekarang sudah sabuk merah, melakukan gerakan dengan tepat dan indah.
Teringat saat pertama kali menemaninya renang, masih di kolam anak yang hangat dengan google besarnya. Sekarang sudah pindah ke kolam besar, menahan napas panjang sembari membelah dinginnya kolam yang dalam.
Teringat saat pertama kali menemaninya kelas piano, jarinya masih pendek dan gemuk bermain perlahan bunyi fals masih terdengar karena belum menekan tuts dengan tepat. Sekarang sudah bermain dengan lincah, dapat menikmati alunan iramanya sambil menutup mata.
Anak yang kupikir masih kecil itu ternyata perlahan sudah mulai berubah menjadi lebih besar. Masa-masa indah seperti ini tidak akan terulang, cerita ini akan menjadi kenangan indah saat kubaca di lain waktu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES130 Melepas Kepergian
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari kemping di sekolah. Anak kecil itu nampak bersemangat sekaligus gugup, dalam perjalanan ke sekolah dia tampak sedang mengingat-ingat apa saja perbekalan yang sudah disiapkan apakah ada yang tertinggal atau sudah lengkap. Alisnya menekuk, matanya melihat ke…
Sanya21
AES075 Memandang Lekat
Pagi ini terasa sedikit dingin tidak ada cahaya matahari yang mengintip dari celah gorden. Pagi ini mendung tapi aku tahu hari sudah mulai pagi. Kamar yang gelap mulai terang menampakkan wajah-wajah para penghuninya. Tidak ada alarm yang terpasang saat akhir pekan namun alarm tubuhku yang membangun…
Sanya21
AES052 Surat Dari Masa Depan
Besok saatnya review akhir tema. Sudah seminggu ini mulai mencicil belajar lebih banyak, melihat soal-soal tantangan yang lalu, mengerjakan lagi yang belum selesai, menghafal perkalian. Kemarin dan hari ini lebih sering mengulas soal. Rupanya membuat Sei mumet, dia minta istirahat sebentar setelah…
Sanya33