AtomicEssay

AES130 Melepas Kepergian

Sanyapenulis arsip3

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari kemping di sekolah. Anak kecil itu nampak bersemangat sekaligus gugup, dalam perjalanan ke sekolah dia tampak sedang mengingat-ingat apa saja perbekalan yang sudah disiapkan apakah ada yang tertinggal atau sudah lengkap. Alisnya menekuk, matanya melihat keatas, jarinya sibuk menghitung, wajahnya lucu sekali. Karena penasaran aku bertanya bagaimana perasaanmu saat ini? Dia menjawab seperti yang kuduga tadi, wajah anak kecil memang tidak bisa bohong selalu menampakkan perasaannya.

Rupanya teman-teman lain sudah datang duluan, dia bergegas masuk meninggalkan kami di mobil. Banyak rekan orang tua lain menunggu di luar kami pun kemudian datang menyapa. Asik mengobrol ternyata akan ada acara bersama orang tua sebelum melepas mereka kemping, untung saja tadi tidak langsung pulang. Bisa sedih dia.

Tak lama anak-anak muncul dengan senyum lebar menuju orang tua masing-masing untuk dibawa ke pendopo. Bermain bersama keluarga besar Sajojo, semua tampak bahagia. Momen yang indah untuk mempersiapkan mereka berpisah sejenak dengan orang tua.

Selesai acara hangat tersebut kami para orang tua berpamitan dengan anak-anak. Sei berlari kecil dan melompat memeluk erat, tak ada air mata atau wajah kekhawatiran pada mata besarnya itu seolah berkata "Aku akan baik-baik saja bu, jangan cemaskan aku." lalu memeluk Fajrin dengan tos bestie mereka, ya mereka punya tos rumit khusus untuk mereka, dasar si kembar.

Kami berdua melambaikan tangan, dia membalas dengan senyum super tomatnya. Duh bukankah itu adalah anak yang masih susah tidur sendiri, yang hobinya membuat 101 alasan supaya tetap tidur bersama kami, rasanya baru 4 atau 5 bulan belakangan dia masih menempel erat, kok sekarang sudah begini? Setelahnya dia meninggalkan kami tanpa melihat kebelakang, kembali ke kerumunan teman-temannya seolah kami sudah pergi jauh. Hah luar biasa percaya dirinya sungguh terbangun baik. Kadang aku tidak percaya anak kecil itu semakin besar rupanya.

Di perjalanan pulang kami berbincang ringan saling tertawa menyadari bahwa momen ini adalah latihan kami melepas kepergiannya kelak, yang lebih jauh yang lebih bermakna.

Komentar (1)

joefelus

Punya anak itu tidak boleh berkedip. Sekali berkedip tiba-tiba sudah dewasa dan meninggalkan kita :)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES#041 Perjalanan Mandiri Sebagai Orang Tua

Hari Jumat beberapa waktu yang lalu kelasnya Boni mengadakan perjalanan mandiri ke rumah narasumber masing-masing untuk mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan di Jawa. Ini dalam rangka persiapan Perjalanan Besar ke Jawa Tengah yang akan diselenggarakan bulan Februari yang akan datang. Perjalana…

Murdeani72
AtomicEssay

AES398 93 Thousand Miles

Hmm kali ini tulisannya sedikit agak mellow, terkait dengan kepergian Rico mengejar mimpinya di Jerman sana. Pergi belajar di luar negeri memang sudah jadi keinginan besar Rico sejak lama. Karena berbagai hal, pandemi salah satunya, rencana kepergian Rico memang terbentur banyak penghalang. Bagusny…

Andy Sutioso53
AtomicEssay

AES390 No Looking Back

Rabu, 29 Juni 2022, buat saya pribadi adalah momen besar - sebagai orangtua tentunya. Bukan pengalaman pertama, karena sudah beberapa kali mendapatkan pengalaman semacam ini. Pertama sewaktu Rico berangkat ke Temanggung untuk proyek pribadinya di KPB. Kedua waktu Inka (kakaknya Rico) berangkat ke J…

Andy Sutioso31