AES08 Bermain Hujan = Bentuk Syukur

Di bulan September ini lagi sering hujan. Setiap hari di jam akan pulang, selalu ada hujan. Pada suatu hari, saat kami bermain gobak sodor di LongPus (Lorong Perpustakaan) pukul 11.30, pada saat itu langit cukup gelap. Tapi kami bermain di tempat yang aman dari hujan. Saat bermain, hujan pun turun. Hujan saat itu sangat deras, sehingga membuat lapangan rumput, teater dan sekitar sekolah terdapat genangan air. Bahkan air masuk ke area LongPus. Tak berpikir panjang, saat bermain gobak sodor, mereka merespons genangan air tersebut dengan bermain seluncur. Satu orang, dua orang, kemudian beberapa orang ikut bermain. Lalu, kakak merespons dengan melemparkan pernyataan : "Silakan main seluncur, tapi kepala jangan basah. Hari ini kita belum izin kepada orang tua untuk bermain air."
"Yeay!" Seru mereka dengan senang.
Mereka pun langsung bermain tanpa pertimbangan. Melihat antusiasme mereka bermain, Kakak langsung kontak orang tua di grup kelas dan menyampaikan bahwa saat ini mereka sedang bermain seluncuran sehingga bajunya basah, dan meminta izin apakah teman-teman boleh bermain hujan-hujanan? Orang tua pun memperbolehkan dan menyampaikan candaan : "Gak apa-apa Kak, boleh main hujan-hujan. Palingan kalau nanti basah, kami suruh mereka duduk di bagasi." Begitu jawaban orang tua dilengkapi dengan emoticon tertawa. 
Merespons situasi seperti ini mungkin di sekolah lain tidak umum dan penuh pertimbangan. Tapi di sekolah kami, situasi ini menjadi ruang kolaborasi antara anak, Kakak, dan orang tua dalam merespons situasi yang terjadi saat itu. Ketika mereka bermain seluncuran dan bermain hujan, saya mengingat masa kecil saya yang senang bermian hujan-hujanan. Tanpa beban, penuh kenangan (nostalgia). Di sisi lain, hal tersebut menjadi ruang syukur kita sebagai umat manusia dalam menikmati hidup yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Maka kita patut merayakannya.
Jadi, kapan kita terakhir kali hujan-hujanan?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES09 Mengenal Emosi Anak Seperti Mengenal Kembali Diri
Hari ini, kakak-kakak berkumpul dan belajar bersama dalam forum Lingkar Belajar Kakak Smipa jenjang SDB. Kegiatan ini merupakan proses "mengisi" bagi kakak-kakak dalam mendampingi teman-teman di kelas. Mengisi ini bisa bervariasi topiknya. Seperti diskusi tentang numerasi, literasi diri, berkarya,…

AES07 Jalan Kelas, Teterekelan
Hari Senin yang cerah, udara sejuk dan hati yang ceria menyambut kami semua di kelas Tuma. Teman Tuma sudah datang dari pagi menyiapkan diri lengkap dengan celana panjang, baju seragam serta topi (optional) dan sepatu tertutup. Teman Tuma siap Jalan Kelas (kegiatan rutin jalan kaki sebagai upaya un…

AES 972 Free Fall
Jalanan sangat sepi dan berkabut. Suhu sekitar 2 digit dibawah titik beku. Dingin! Langit berawan dan kusam, sangat umum di musim dingin. "Mudah-mudahan siang Nanti cerah ya. Sayang kalau cuacanya begini ketika berkegiatan dengan Kano. Tidak seru kalau tidak bisa melihat ke bawah dengan jelas." Kat…
joefelus32