AES08 wu wei

Dalam sebuah sesi Hari Belajar Lingkung di Semester lalu, muncul sebuah istilah, Wu Wei. Meski hanya dibahas sepintas, cukup membuat aku teringat kembali, bahwa beberapa tahun lalu aku sempat bertemu dengan istilah tsb. Saat itu aku sedang banyak berpikir mengenai makna produktivitas. Dalam filosofi China, Wu Wei adalah Non-Doing atau Non-Action. Tapi bukan berarti Do Nothing juga. Mungkin lebih ke memaknai kerja yang dilakukan hingga tidak berlebihan. Bergerak selaras semesta, tidak memaksakan kehendak atau upaya.
Meski terdengar sederhana tapi ga mudah untuk aku pahami, apalagi terapkan. Berpuluh tahun terbiasa untuk riweuh, terus bergerak, terus berpikir, sulit untuk membuat diri diam, mengamati sebelum bergerak, berhenti berpikir bahwa segala sesuatu hanya bisa berjalan dengan cara yang aku yakini, berhenti terobsesi dengan ukuran keberhasilan menurut aku. Semesta punya banyak cara yang seringkali tak terbayangkan. Semesta punya bentuk-bentuk keberhasilan yang ternyata sangat beragam, indah dan tidak terduga.
Awalnya terdengar dan terasa aneh, kok seperti menganjurkan untuk tidak melakukan apa-apa. Banyak sumber menjelaskan dengan mengacu pada alam semesta. Belajar dari alam yang dalam diam dan tenang terus bekerja dan bertumbuh. Mencoba untuk mulai dengan respek, hadir, memperhatikan, lalu bergerak selaras, memanfaatkan dan mencerap yang ada di sekitar. Mengalihkan kebiasaan bergerak dengan agenda sendiri, tanpa menyelaras dengan sekitar. Ternyata terasa lebih efisien dan menyenangkan.
Pesan utama dari WuWei untuk aku saat ini adalah ‘tong sok kekeuh’. Menerima bahwa semua yang ada di sekitar aku memang hadir untuk membuat aku tumbuh. Kalau bingung, atau merasa terganggu, diam, amati. Memahami akan membantu untuk bergerak selaras. Ini cocok banget buat aku yang memang kerap berayun di 2 sisi ekstrim, antara simple, praktis dan strategis dengan detail, ideal dan bertahap. Sepertinya besar juga pengaruh kecenderungan orangtua yang masing-masing punya sisi yang sangat berbeda. Ibu dengan sisi ideal, tahap demi tahap dan detail, serta ayah dengan sisi global, praktikal dan strategis. Keduanya bisa baik dan benar, tak mesti memilih atau berpihak.
Kata kunci untuk aku saat ini adalah selaras. Mungkin ibarat bermain musik. Ketika terasa ada yang sumbang, simak baik-baik, lalu ya perlu berhenti dulu, mencari dan memperbaiki setelan atau nada. Sumbang yang mungkin terasa bisa berbentuk bingung, tidak paham, tidak suka, terganggu, tidak setuju, berat, tidak semangat, dll. Saat demikian semakin butuh diam, tenang, hening, supaya bisa berjarak dan objektif, lalu jadi tahu apa yang bisa dan perlu dilakukan. Masih perlu melatih kepekaan untuk mendengar nada sumbang dari dalam diri, supaya kemudian bisa bergerak seirama sekitar.
"When you work with Wu Wei, you put the round peg in the round hole and the square peg in the square hole. No stress, no struggle.
Egotistical Desire tries to force the round peg into the square hole and the square peg into the round hole. Cleverness tries to devise craftier ways of making peg fit where they don’t belong. Knowledge tries to figure out why round pegs fit round holes, but not square holes.
Wu Wei just does it. It doesn’t think about it. It doesn’t try, just does it. And when it does, it doesn’t appear to do much of anything. But Things Get Done."
~ The Tao of Pooh
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES182 Kolaborasi Buku Anak
Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

AES181 Terima Kasih!!
Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

AES180
Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…
