AES080 Serupa Tapi Tak Sama

Dulu setelah lulus uji kompetensi nasional setiap dokter yang baru lulus wajib mengikuti kegiatan internsip pada seluruh rumah sakit dan puskesmas di seluruh Indonesia. Caranya pada waktu yang ditentukan kami harus memilih sendiri tempat yang kita tuju. Saat itu Sei masih kecil sekitar usia 2 tahun jadi aku harus dapat di tempat yang sedekat mungkin dari rumah. Berjuang dengan seluruh lulusan se Indonesia aku dapat di tempat yang jaraknya 10km dari rumah. Senang kan
Seperti biasa perkenalan pegawai di lakukan pada setiap instalasi. Tapi sungguh mengagetkan aku bertemu dengan penanggung jawab kami yang sangat mirip dengan almarhumah budeku. Sangat mirip, cara bicara dan suaranya pun sama sampai tahi lalat di sebelah hidungnya pun sama. Yang lebih mengejutkan lagi namanya sama dengan anak perempuannya. Kaget sekali aku saat itu. Namun aku tidak pernah membicarakan hal tersebut di rumah, takutnya malah membuat yang lain penasaran. Rasa aneh ini masih terus kupikirkan sampai masa internsip selesai. Saat berpamitan aku memeluk dan berterima kasih pada ibu tersebut. Mungkin dia bingung namun aku ingin memeluk “budeku” itu sebelum berpisah.
Belum lama ini saat kami sekeluarga sedang berlibur, kami mendapatkan guide yang sangat mirip dengan teman kuliahku. Sedikit berbeda dari temanku dia memiliki logat jawa kental, pakaian necis dan bertubuh kurus. Karena usianya jauh dibawahku, kali ini aku memberanikan diri untuk bertanya apakah benar dia adalah adik temanku. Bukan, mereka sama sekali tidak berhubungan darah.
Sekali waktu juga teman kuliahku tiba-tiba mengirimkan foto. Foto orang yang sangat mirip denganku. Sekilas aku pikir dia sedang mengirimkan foto jaman kuliah dulu ternyata bukan. Dia berfoto dengan orang yang mirip denganku. Sungguh aneh
Oh iya aku juga pernah bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan kakakku. Wajahnya, rambut panjang dan senyumannya sama persis dengan kakakku yang berbeda hanya rambutnya. Perempuan itu berambut merah. Lucunya kakakku sedang duduk menunggu di tempat pengambilan bagasi, aku bertemu dengan perempuan itu saat mengantre toilet yang jaraknya hanya 50m. Kenapa dia tidak bertemu kakakku saja? Pastinya lebih seru
Beberapa kali mengalami hal seperti ini membuatku takjub. Seperti bertemu dengan 1 orang dengan jalan hidup yang berbeda. Jarak mereka begitu dekat, bahkan bisa dibilang hidup berdampingan. Jarak mereka sangat dekat satu sama lain tanpa mengetahui keberadaannya masing-masing. Entah seram atau apa kejadian aneh ini menarik untuk disimpan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
