AES081 Bersyukur

Pagi ini kondisi adiknya Sei sudah mulai membaik. Kami sudah bisa sarapan berdua di meja makan. Napsu makannya juga mulai meningkat walaupun setelah sarapan kami masih bersantai di kamar menonton acara reality show kuliner atau kanal NASA kesukaannya senyumannya pagi ini patut disyukuri.
Bulan Januari ini memang bukan bulan terbaiknya, setelah pulang berkelana tak lama kemudian dia terpeleset saat mandi menorehkan tanda permanen sepanjang 3cm di kepalanya. Sudah satu minggu ini dia demam. Melihat anak sakit sungguh memilukan. Kalau bisa dipindahkan sudah pasti setiap orang tua rela sakit anaknya dipindahkan pada dirinya sendiri.
Tubuh yang sakit semestinya adalah peringatan agar kita lebih memperhatikan keadaan kita. Sakit menjadi waktu yang tidak dapat ditawar untuk tubuh beristirahat. Sakit sendiri tak luput dari kelalaian kita menjaga kesehatan. Sakit menjadi waktu yang tepat sebagai media refleksi diri betapa kita kurang menaruh perhatian pada kesehatan diri.
Sering kali kita luput dari ucap syukur atas kesehatan yang kita rasakan hari ini. Tubuh yang bekerja normal tanpa gangguan menjadi hal yang lumrah bukan suatu nikmat yang wajib disyukuri. Tubuh yang bekerja keras agar seluruh sistemnya bekerja dengan baik bukan suatu kasih Tuhan pada kita manusia yang dipinjamkan raganya. Bersyukur hanya menjadi ucapan yang dihadiahi untuk segala sesuatu yang kita miliki tetapi sebelumnya tidak miliki.
Katanya orang sibuk mengejar semua ambisinya saat sehat, saat tubuhnya kewalahan dan jatuh sakit hanya satu yang dia inginkan. Kembali sehat. Seluruh hasil kejarannya saat sehat akan dia korbankan untuk bisa kembali sehat.
Mari berdiam diri sejenak, ucapkan rasa terima kasih untuk tubuh yang selalu bekerja optimal. Tak kalah pentung ucapkan rasa syukur pada Tuhan yang masih bersedia meminjamkan raga ini untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai manusia yang berkesadaran.
Tak lupa mari berikan makanan yang baik untuk tubuh ini karena kita adalah apa yang kita makan. Makanan baik untuk raga, makanan baik untuk jiwa, dan makanan baik untuk spiritual.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20