AES081 Manners Maketh Man

Pertama kali mendengar kalimat "Manners Maketh Man", saya langsung merasa ini adalah mantra sakti yang hanya bisa dilontarkan oleh seseorang dengan aksen British yang halus. Tentu saja saya mendengarnya di film Kingsman, saat Galahad dengan penuh gaya mengunci pintu bar sambil menatap gerombolan preman yang mungkin belum pernah mendengar apa itu etika. Kalau saya yang ngomong begini sambil ngunci pintu, mungkin efeknya beda mungkin saja preman malah udah mukul duluan.
Kalimat ini terdengar begitu elegan, seperti kode rahasia untuk klub gentlemen. Padahal kalau diterjemahkan bebas, artinya cukup sederhana: Sopan santun adalah cerminan manusia itu sendiri. Tapi cara Galahad menyampaikannya di Kingsman membuat kita semua merasa, "Wow aku ingin bisa ngomong kayak gitu suatu hari nanti!" (meski kemungkinan besar tanpa aksi pukul-memukul setelahnya).
Uniknya kalimat ini bukan hanya catchy, tapi punya makna yang relevan di kehidupan sehari-hari. Kalau dipikir-pikir, siapa sih yang nggak suka dengan orang yang punya sopan santun? Di era digital seperti sekarang, mungkin lebih susah menemukan orang yang minta izin sebelum nge-mute grup WhatsApp keluarga daripada orang yang tahu apa itu tata krama.
Namun sopan santun bukan hanya soal tata cara makan atau berdiri saat orang tua masuk ruangan. Jadi gentlemen dalam konteks British, lebih kompleks. Ini soal bagaimana kita memperlakukan orang lain, baik di depan maupun di belakang mereka. Contohnya? Jangan jadi tipe orang yang bilang "Wah enak banget makanannya!" saat makan kurang enak tapi langsung bilang "Kurang bumbu nih" begitu sudah di rumah.
Buat saya, tata krama adalah seni yang kadang sulit dipelajari. Ingat ketika Galahad dengan santainya berkata, "Manners Maketh Man" sebelum menghajar orang-orang di bar? Itu pelajaran besar: Bahkan saat keadaan memanas, kita tetap bisa menjaga kelas (dan mungkin menyelipkan aksi parkour ala Kingsman).
Jadi buat kalian yang ingin menjadi versi gentlemen terbaik, ingat: sopan santun tidak mengenal waktu, tempat, atau situasi. Bahkan di tengah antrean panjang di minimarket atau saat rebutan tempat parkir, tata krama tetap nomor satu. Dan siapa tahu, suatu saat kalian bisa mengucapkan “Manners Maketh Man” dengan percaya diri seperti Galahad. Tapi ingat, jangan kebawa drama kunci-kunci pintu segala ya!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

