AES082: Lebih baik daripada yang Sudah baik part 2
Aku sangat ragu, saat mau ikut kegiatan komunitas dengan Kak Tema. Lokasinya jauh, hari minggu pagi-nya jam 8. aku juga ragu kalau Kak Tema tau=taunya bisa merekam tanpa bantuan dariku. Kalau aku memiliki mental jiwa Kelas 9-ku, aku tidak akan bertahan untuk ikut kegiatan. Makanya, selain karena kebutuhan KPB (proyek mandiriku), ternyata dengan adanya proyek mandiri ini untuk kegiatan komunitas, kegiatan ini menjadi suatu pelatihan bagi sikap mentalku seperti apa.
Sehabis itu, aku langsung melakukan pengeditan video pada hari Senin hingga Rabu. Pengeditannya cukup sulit karena adanya distraksi, diriku yang ngantuk, pun juga karena alurnya yang kurang jelas. Untuk alur yang kurang jelas sendiri (dalam video), aku perlu fleksibel dan menemukan akal agar memakai klip-klip yang ada, dan juga membuat klip-klip dalam posisi/durasi sedemikian rupa agar memiliki estetika.
Pengeditan lebih mudah daripada sebelumnya. Karena model yang ada bisa disebut lebih 'profesional', maka apa yang kurekam juga langsung to the point, tidak banyak main-main sambil tidak mengerti. Juga, secara sudut pandang, lebih baik. Secara 'cut' yang terdapat dalam video, lebih bagus karena di video yang kali ini, video tidak di putus-putuskan tetapi smeua rekamannya digabung menjadi 1.
Proses setelahnya yang menyulitkan bagiku adalah persiapan pameran. Pameran kemarin dimulai sebenarnya pada hari Rabu. Hari Rabu bekerja sebagai pameran 'proses' kepada teman-teman yang masih berada pada jenjang Kelas 9 (targetnya). Sehingga, pameran disiapkan pada hari Selasa dan Rabu. Aku cukup kewalahan dalam bagian editing video, karena otomatis aku akan lebih 'mengejar' kesiapan hasil akhir pengeditanku. Selain itu, aku juga menyiapkan ide dekor untuk pameran.
Pamerannya sendiri, berjalan dengan lancar. sebelum aku mempresentasikan produk video tutorialnya, aku perlu yakin, aku sudah siap dengan alat-alat yang ada. Misalnya, infocus, pot tanaman (ide dadakan), bola basket sebagai dekor, speaker, pun juga layar lebar. Dengan perlengkapan yang bisa dibilang sudah cukup lengkap, aku akhirnya menjalankan presentasi.
Jujur aku awalnya ragu dan tidak terbayang ingin berbicara seperti apa, saat pengunjung pertama datang Terlebih lagi, stand pameranku yang paling depan dibandingkan yang lainnya. Apakah aku perlu menjelaskan latar belakang terlebih dahulu? Apa mungkin, aku perlu memberikan preview video dahulu? Lalu, apakah perlu tiga-tiganya (dari prototipe) atau hasil akhirnya saja? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang membingungkanku saat ada pengunjung. Untungnya, semuanya terjawab seiring berjalannya waktu.
Kak Robert memberikan insight kepadaku, yang menurutku sangat bermanfaat. Apa hal yang bisa menjadi nilai plus, dan keunggulan dari produkku dibanding produk orang lain di luar sana? Jawabannya, sejujurnya belum ada. Ternyata setelah selama ini aku berusaha dan merasa videonya sudah baik, ada yang lebih baik lagi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
