AES082 Rapotan

Hari ini adalah hari pembagian rapot semester 1. Kalau flashback ke masa SD dulu, momen ini terasa seperti memasuki ruang sidang pengadilan. Jantung berdebar, tangan dingin, dan pikiran sibuk mempersiapkan alibi kalau-kalau ada nilai merah. Tapi sekarang, suasana sudah jauh lebih santai. Mami bilang sudah legowo meskipun saya tetap curiga, jangan-jangan ini cuma jebakan batman.
Tapi jujur, rapot KPB kali ini memang beda dari zaman SMP. Dahulu, lembaran rapot hanya berisi beberapa angka dan komentar kakak yang kadang terasa seperti kode keras. Misalnya, "Perlu meningkatkan daya juang di kelas," yang sebenarnya berarti "Kamu sering menyerahl!" atau "Kamu punya potensi besar jika lebih giat" yang artinya, "Males-males terus, ayo kerja!"
Nah uniknya, rapot di KPB ini punya sentuhan lebih personal. Selain catatan dari kakak, teman-teman sekelas juga ikut memberikan pandangan mereka tentang kita. Kadang lucu juga baca komentar teman, ada yang serius juga ada yang receh bahkan ada yang bikin bingung "Ini orang lagi ngomongin aku atau siapa, ya?"
Misalnya, ada yang nulis, "jangan jeketi mulu bang" tapi ada juga yang lebih filosofis seperti, "Carlos sudah berupaya untuk semakin mengenali batas & kekuatannya sendiri" Saya sampai mikir, ini rapot atau buku motivasi hidup? Tapi dari sini, kita bisa belajar banyak tentang diri sendiri. Apa yang kita pikir sepele, ternyata bisa jadi punya arti besar buat orang lain.
Namun meskipun rapot ini tidak melulu soal nilai seperti waktu SMP atau SD, tetap saja ada sedikit deg-degan saat membukanya. Bukan karena takut mami marah yang katanya sudah legowo, tetapi lebih ke rasa penasaran "Gimana ya pandangan orang lain tentang aku?" Dan setelah membacanya, ternyata rasanya campur aduk: ada yang bikin senyum lebar, ada yang bikin sedikit introspeksi, tapi semuanya terasa menyenangkan.
Jadi kalau dulu rapot terasa seperti zona neraka, sekarang lebih seperti zona refleksi. Momen ini bukan cuma tentang prestasi akademis, tapi juga tentang bagaimana kita berkembang sebagai individu. Yang penting tetap santai, bersyukur, dan jangan lupa makan bakso setelah ambil rapot. Karena bagaimanapun hasilnya, semester depan masih ada kesempatan untuk jadi lebih baik. Setuju?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

