AES084 Right Person Wrong Place

Disela mengisi rasa bosan aku menonton acara dokumenter di TV temanya ya tidak jauh dari hal yang kusukai apalagi kalau bukan kuliner. Tiap episode memiliki cerita tersendiri, tentu saja yang membuat menarik adalah acara ini ternyata menjadikan chefnya sebagai bintang utamanya masakan sang chef hanya sebagai pelengkap.
Dari semua episode ada satu yang paling membekas untukku yakni cerita seorang imigran Vietnam yang berhasil membuat restoran di Amerika. Cerita bermulai dari sang ibu yang datang ke Amerika bersama anak perempuannya membawa sejuta impian dan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. American dreams. Si anak yang masih kecil ini kemudian dengan berbagai tantangan dan kesulitan tumbuh di lingkungan baru yang berbeda jauh dengan tempat kelahirannya dulu. Masa kecil bergelut dengan krisis identitas membuatnya ingin membuang jauh-jauh jati diri "Vietnamese"nya berusaha berbaur menjadi "Americans" agar diterima, mendapat pengakuan dari lingkungan sosialnya.
Tak sampai disitu masa dewasanya pun masih sama, berusaha diterima. Hal tersebut membuatnya marah dan frustasi sehingga melupakan jati dirinya sendiri. Berusaha menjadi orang yang bukan dirinya sendiri. Rupanya pandemi menjadi penyelamatnya. Melakukan live di Instagram, berbagi resep masakan Vietnam membuatnya kembali pada latar belakang dirinya yang selama ini berusaha dia hilangkan yang kemudian menjadi titik baliknya. Menemukan dirinya sendiri.
Film dokumenter berdurasi 1 jam itu menceritakan kisah hidupnya selama ini. Perjuangannya terasa oleh orang yang menonton. Aku yakin perjalanan seperti itu terjadi pada sebagian orang yang selama ini berusaha memposisikan diri di tempat dirasa benar namun nyatanya keliru. Kesuksesan mereka terjadi saat mereka akhirnya menemukan tempatnya. Tempat yang sesuai. What they belong. Kesuksesan datang saat mereka menjadi diri sendiri.
Saat mereka berhenti berusaha, malah dimulailah perjalanan sesungguhnya. Menjadi diri sendiri, menemukan tempat yang sesuai untuk diri mereka sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20