AES085 - Kapsul Waktu!

Waktu masih SD, kami pernah membuat kapsul waktu. Kami menulis surat untuk diri kami di masa depan, lalu menggulungnya dan menyimpannya di dalam kaleng Khong Guan. Dalam sebuah seremoni kecil, kami menggali sepetak kecil tanah di kebun sekolah, lalu menyaksikan merah Khong Guan perlahan tertutup oleh coklat, hingga menghilang sepenuhnya. Aku senang sekali waktu itu. Akhirnya aku bisa mengalami yang sama dengan tokoh-tokoh di dongeng dan film masa kecilku.
Kapsul waktu adalah cara yang indah untuk mengingat satu momen. Kita bisa mengintip ke dalam kotak kecil itu, persis mengingat masa lalu, dalam objek-objek yang seolah telah melintasi tahun-tahun dan mendarat di kebun belakang kita. Kapsul waktu juga punya peran penting untuk arsip sejarah — banyak sekali yang berusia seabad lebih, berisi potongan koran dan surat, menjadi penting untuk memahami kehidupan di masa itu.
Tapi buatku, kapsul waktu adalah bentuk refleksi. Aku bisa mengingat kembali diriku setahun, dua tahun, sepuluh tahun yang lalu. Aku bisa melihat seberapa banyak aku berubah, seberapa jauh aku berkembang: pandanganku, minatku, caraku membawa diri, apa saja yang dekat di hati dan pikiranku.
Kapsul waktu juga bisa menjadi cara untuk meninggalkan jejak. Seperti yang terlihat dalam banyak tema tulisanku, aku sangat ingin meninggalkan jejak dalam hidup orang-orang, dalam dunia. Setidaknya, butiran-butiran tanah yang mengelilingi kaleng Khong Guan, cacing-cacing tanah yang terbentur tembok besi, semut-semut yang bertualang; mereka akan tahu bahwa 27.000 centimeter kubik tanah kini berisi kapsul waktu.
Tadi, aku dan Seline mengubur sebuah koin di lapangan rumput Smipa yang sedang diganti rumputnya. Kami tidak menguburnya terlalu dalam, tapi cukup dalam untuk tahan beberapa tahun setidaknya. Kami menandai koin itu dengan inisial kami dan jepit rambut. Aku tidak tahu kapan kami akan mengambilnya lagi — atau apakah kami akan mengambilnya lagi — tapi aku tak sabar melihat berapa banyak diriku dan duniaku berubah di titik itu. Esai ini bisa menjadi pengingat!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES130 - MPLS 3: Mulai
Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

AES129 - MPLS Day 2: Konstan
Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB
Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…
