AES086 Kembali Ke Pencipta

Hari ini, aku dan keluargaku berangkat ke Ciamis. Tujuannya jelas bukan liburan atau acara makan-makan besar, tapi perjalanan untuk ziarah ke kuburan nenek dan kakek. Tradisi ini selalu kami lakukan setiap satu tahun sekali, sebuah momen sederhana namun penuh makna untuk mengenang mereka yang telah lebih dulu "kembali ke Pencipta."
Perjalanan dimulai pagi hari. Udara dingin dan langit terasa sangat biru di sepanjang jalan membuat suasana terasa damai, meski sedikit melankolis. Dalam perjalanan, obrolan keluarga mengalir dari cerita tentang masa lalu, gosip-gosip, hingga lelucon receh yang tak pernah gagal membuat suasana jadi ringan.
Sesampainya di sana, suasana berubah. Melihat nama mereka terukir di batu nisan selalu menghadirkan rasa rindu yang tak terucapkan. Kami menaburkan bunga, menyiram kuburan, dan berdoa bersama. Ini bukan hanya tentang mengenang mereka, tapi juga merenungi hidup yang fana. Setiap kali aku berdiri di depan makam, ada satu hal yang selalu terlintas dalam pikiran. Aku merasa waktu berjalan cepat dan suatu hari nanti, kita semua akan kembali ke Pencipta seperti mereka.
Namun meski momen ini penuh rasa haru, ada juga kehangatan yang terasa. Aku bisa melihat bagaimana tradisi ini mempererat hubungan keluarga kami. Setelah berdoa, kami biasanya duduk sejenak di bawah awan hitam yang menggantung dilangit dan berbincang tentang kenangan masa lalu. Nenek dan kakek mungkin sudah tiada, tapi cerita tentang mereka masih hidup dalam setiap tawa dan obrolan kami.
Ziarah ini bukan hanya sekadar tradisi, tapi juga pengingat akan pentingnya menghargai waktu yang kita miliki bersama orang-orang tercinta. Karena pada akhirnya, semua akan kembali ke asalnya. Yang tertinggal adalah kenangan, doa, dan cinta yang terus hidup di hati mereka yang ditinggalkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

