AES087 Bunga Kecil

Sore ini langit cukup bersahabat, di langit ada kumulus kata Sei yang sedang belajar mengenal jenis awan dan cuaca. Langit berawan, tidak berangin, suhu bersahabat waktu yang pas untuk jalan-jalan ke luar rumah. Adik yang sedih ditinggal Sei berenang merajuk ingin bermain di luar memang sudah lama adik kecil belum menapaki rerumputan jadi aku setuju main di taman mengalihkan perhatiannya untuk ikut berenang.
Taman di belakang kompleks rumah berkontur turun mendekati pinggir danau di sana hanya ada lapangan rumput dan pepohonan. Adik tampak bersemangat mencari sesuatu di antara rerumputan. Tak lama dia menunjuk daun putri malu girangnya dia saat menyentuh sekelompok daun itu katanya lucu daunnya tutup. Setelah itu dia berpindah tempat mencari kelompok lain, dia lakukan berulang kali sampai berkeringat. Adik sudah sehat!
Beristirahat sejenak di pinggir danau kami melihat kumbang hitam mendekat, bukannya takut adik malah berkomentar, “kasian sendirian cari mamanya.” Komentarnya hanya bisa kubalas dengan senyuman kecil. Menengok ke sekeliling dia tampak bersemangat mengambil sesuatu, dia memetik bunga kuning kecil dan memberikannya padaku sambil tersenyum, “ini buat ibu.” Kali ini sulit untuk tidak membalas ucapannya sambil memeluk, “makasih ya mas”.
Aku pulang dengan perasaan bahagia.
Sesampainya di rumah Sei datang dengan senyum mataharinya, “iiiiibuuuu!” Kemudian dia mengulurkan tangan memberikan bunga ungu kecil untukku. “Ini buat ibu, ibu suka ga? aku petik pas jalan pulang tadi!” Ah tentu saja suka sekali, hari ini aku mendapat 2 bunga kecil dari matahari dan bulanku. Terima kasih anak-anak baik.
Hari ini aku mendapat kebahagiaan besar dari sesuatu yang kecil.
***
Secara color circle warna kuning dan ungu memang saling melengkapi, letaknya berseberangan sama seperti matahari dan bulan yang saling bergantian mengisi hari. Kebetulan apa ini :)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20