AES087 Hari Ibu

Hari ini adalah Hari Ibu. Sebuah hari yang selalu membuatku merenung, bukan hanya tentang apa yang sudah kuberikan kepada ibu tapi juga tentang apa yang belum bisa kulakukan. Kalau boleh jujur, aku tahu belum banyak yang bisa kuberikan. Tapi bagiku, Hari Ibu bukan tentang hadiah besar atau kejutan megah. Ini adalah waktu untuk merefleksikan betapa besar peran seorang ibu dalam hidupku, termasuk semua doa dan pengorbanan yang tak pernah putus.
Manusia diciptakan dengan andil seorang ibu. Dari rahimnya, kita lahir ke dunia membawa harapan sekaligus tanggung jawab baru untuknya. Meski begitu, sering kali tanpa sadar kita menjadi beban. Mulai dari rengekan kecil saat masih anak-anak, hingga tanggung jawab besar yang harus ia pikul seiring bertambahnya usia kita. Tapi hebatnya, seorang ibu jarang mengeluh. Ia tetap berjalan, tetap mendoakan, bahkan ketika kita tidak tahu.
Ada sesuatu yang istimewa dari doa seorang ibu. Meski aku dan mami sekarang tidak selalu berada di tempat yang sama, doa selalu menjadi jembatan yang menyatukan kami. Ketika hidup terasa berat, aku tahu ada kekuatan tak kasat mata yang membantuku melangkah dan itulah doa mami. Sering kali aku berpikir apa yang telah kuberikan untuknya? Sejujurnya, rasanya kecil sekali dibandingkan dengan apa yang telah ia lakukan untukku.
Hari ini aku ingin berkata, Selamat Hari Ibu. Mungkin hadiah kecilku ini tidak terlalu berkesan, mungkin juga tidak berguna di matamu. Tapi percayalah, ini datang dari hati. Aku ingin ibu tahu, bahwa setiap langkah yang kubuat, setiap mimpi yang kukejar, semuanya adalah bukti dari cinta dan pengorbanan yang telah ia berikan.
Hari Ibu bukan hanya perayaan, tapi juga pengingat bahwa kasih seorang ibu tak pernah hilang, meski jarak memisahkan. Doa ibu adalah rumah yang selalu kita bawa ke mana pun kita pergi. Jadi meski aku belum bisa memberikan banyak hal. Aku berjanji akan terus berusaha agar suatu hari nanti, ibu bisa tersenyum bangga karena aku.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

AES191 Membedah KPB
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menceritakan sedikit perihal KPB, atau Kelompok Petualang Belajar. Pada mulanya, KPB sudah menjadi semacam tradisi setiap awal naik kelas. Ia hadir sebagai cara sekolah memperkenalkan kembali esensi KPB kepada murid-murid baru, juga mungkin kepada…

AES190 Sonichi
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…
