AtomicEssay

AES088 - Hambatan

Ara Djatipenulis arsip2

Kalau sedang menjalani hariku, aku sering melihat hal-hal aneh-aneh atau memikirkan sesuatu yang menarik. Ada begitu banyak yang bisa aku bicarakan seputar topik-topik ini. Tapi hanya dalam kepala. Begitu aku duduk di depan laptop, siap-siap membuat AES baru, semuanya hilang dan aku tidak punya ide apa-apa. Ketika aku melihat catatan ide-ideku, tidak ada yang membuatku berselera untuk menulis. Jadinya aku tidak menulis.

Sekarang mumpung liburan aku mencoba mendorong diriku untuk menulis tiap hari. Kadang aku menulis dua esai untuk mengejar yang terlewat. Sejujurnya sebenarnya aku juga menulis karena bercita-cita jadi yang pertama di kelasku yang mencapai 100 karena aku mudah termotivasi oleh jiwa kompetitifku. Masalahnya, yang menghambatku menulis biasanya bukanlah motivasi, tapi ide. Rasanya semua kisah yang menarik sudah kutulis, semua ide yang baru terlalu mirip dengan yang lama.

Jadi, seperti yang sekarang selalu disarankan oleh orang-orang, aku bertanya pada AI. Ide-idenya cukup kreatif, tapi tidak ada satu topik yang benar-benar bisa kueksplorasi sedalam yang kumau. Kalau diminta memberikan ide baru, dia malah mengulang yang lama. Kalau diminta memberi 15 ide, dia mengulang-ulang 6 ide yang sama. Sepertinya ini lebih karena keterbatasan kemampuanku menggunakan AI sebagai alat pembantu. Tapi aku tetap tak puas.

Jadinya sekarang aku seringkali melihat-lihat album foto di HP, mencari kenangan yang belum pernah diceritakan. Atau, aku mencari satu emoji random lalu menumbuhkan ide dari situ. Ada juga situs Random Word Generator yang kata-katanya bisa aku gunakan.

Kurasa hal lain yang menghambatku adalah rasa perfeksionis. Aku punya daftar ide esai yang tak kunjung kutulis, karena takut akan kurang optimal dan tak sesuai dengan ekspektasiku di awal. Tapi aku yakin kalau aku cukup banyak menulis AES, lama-kelamaan rasa itu akan memudar sendiri.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 - MPLS 3: Mulai

Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES129 - MPLS Day 2: Konstan

Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB

Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…

Ara Djati10